33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Menanti Kemampuan Menahan Diri

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Oleh: Dahlan Iskan

Kok tiba-tiba jadi panas begini? Dag-dig-dug begini? Presiden Donald Trump tiba-tiba saja bicara: lewat saja bandara Amerika Serikat. Yang mana saja. Boleh Houston. Boleh Dallas. Boleh San Diego. Boleh juga Miami.

Itu untuk menolong Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Yang lagi kesulitan: harus transit di bandara mana. Saat Tsai Ing-wen pergi ke Paraguay. Nan jauh. Di Amerika Selatan. Yang tidak mungkin dijangkau langsung dari Taiwan.

Bulan depan Tsai Ing-wen memang perlu ke Paraguay. Ia harus ke sana. Untuk show of force. Paraguay adalah satu-satunya negara Latin yang masih mengakui Taiwan. Tsai Ing-wen harus unjuk gigi. Mumpung didukung Amerika. Habis-habisan. Tepatnya: didukung Trump. Yang lagi melancarkan perang dagang dengan Tiongkok.

Apalagi tahun ini ada empat negara lagi yang memutus hubungan dengan Taiwan. Kian sedikit saja negara yang masih mengakui Taiwan sebagai negara. Pendukung Taiwan satu persatu banting stir: hanya mengakui Tiongkok. Sebagai satu-satunya negara China. Tinggal 18 negara yang masih mengakui Taiwan.

Paraguay adalah yang terbesar. Sisanya negara-negara kecil. Negara-negara pulau. Umumnya yang di lautan Pasifik Selatan.

Terbang langsung dari Taiwan ke Paraguay terlalu jauh. Tidak ada jenis pesawat yang mampu menjangkaunya. Tidak mungkin transit di Kanada. Atau Meksiko. Atau Australia. Negara-negara itu tidak mengakui Taiwan.

Amerika sebenarnya juga hanya mengakui Tiongkok. Sejak era presiden Nixon. Hasil dari apa yang disebut diplomasi ping-pong. Sebelum kunjungan Nixon itu. Menlu Amerika, Henry Kissinger, ke Beijing. Main ping-pong di sana. Meratakan jalan untuk kunjungan Nixon yang bersejarah.

Maka move Trump kali ini bikin geger. Saya tidak bisa membayangkan. Betapa merahnya wajah Presiden Xi Jinping.

Bulan ini saja ditampar dua kali. Oleh presiden yang sama. Yang pertama tiga minggu lalu: saat dua kapal perang Amerika sengaja lewat selat Taiwan. Seperti sengaja menantang Tiongkok.

Bahkan sebenarnya bulan lalu pun Trump sudah menampar wajah Tiongkok. Saat Trump membuka kantor perwakilan di Taipei. Memang belum menamakannya kedutaan. Tapi itu sudah satu satu hook yang mengenai ulu hati.

Tiongkok sendiri tidak terlihat terpancing. Secara terbuka. Tiongkok harus pandai-pandai membawa diri. Rakyatnya sudah mulai marah. Ingin agar pemerintah Tiongkok lebih tegas. Tapi pemerintahnya harus bisa mengerem emosi rakyat itu. Agar perang tidak meletus.

Hanya saja diam-diam Tiongkok lagi latihan perang. Sejak dua hari lalu. Selama seminggu. Mulai hari itu kapal-kapal dagang tidak boleh lewat laut ini: timurnya Ningbo. Sampai ke timurnya Wenzhou. Di laut itu ada kepulauan Zhoushan. Yang sudah dirangkai dengan jembatan-jembatan antar pulau. Salah satu jembatannya sepanjang 28 km! Lebih panjang dari rencana jembatan Selat Sunda.

Latihan perang itu mencakup wilayah darat dan laut. Luasnya kira-kira sama dengan wilayah Taiwan. Wilayah itu dianggap Taiwan. Yang akan jadi pusat pertempuran. Kalau perang meletus. Seluruh kawasan itu dipakai latihan perang. Kalau hari ini Anda ke pulau Zhoushan Anda masih akan bisa melihat latihan perang itu. Kalau diperbolehkan.

Latihan perangnya pun sangat serius. Melibatkan semua angkatan. Semua persenjataan. Bahkan tembakan-tembakannya tembakan sebenarnya.
Tapi Tiongkok benar-benar harus pandai main layang-layang. Perang hanya akan membuat kemunduran. Tiongkok yang sudah begitu maju bisa mundur kembali. Dan itulah tujuan Donald Trump.

Jangan mau diadu domba. Seperti Timur Tengah itu.

Saya tahu. Bagi Tiongkok Taiwan adalah senyari bumi. Yang harus direbut sampai mati. Tapi kepala harus tetap dingin.

Biarlah sejarah akan mencatat: di tahun 2018 dulu, pernah hidup dua tokoh. Yang satu laki-laki playboy. Umur 72 tahun. Satu lagi wanita melajang. Umur 57 tahun. Dua-duanya jadi presiden. Satu di Amerika. Satunya lagi di Taiwan. Sama-sama mulut besarnya.

Sama-sama anti Tiongkok: Donald Trump dan Tsai Ing-wen.

Mereka merasa sukses: menimbulkan ketegangan dunia. Mungkin itulah puncak kepuasan batin mereka.

Hidup perdamaian!(dis)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...