33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Liyangan Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG-Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menetapkan 7 situs, bangunan atau struktur sebagai benda cagar budaya. Ketujuh cagar budaya tersebut adalah situs Liyangan, Camdi Pringapus, Candi Parakan, Prasasti Gondosuli, Prasasti Wanua Tnah II, Gedung eks-Kantor Camat Parakan, dan Gedung Rumah Dinas Camat Parakan. Penetapan melalui keputusan Bupati Temanggung Nomor 432/276 Tahun 2018.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Didik Nuryanto menjelaskan, penetapan cagar budaya tersebut dimaksudkan untuk melindungi peninggalan sejarah dan purbakala yang memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan, serta menyimpan informasi kegiatan manusia pada masa lalu. Penetapan ini berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Temanggung.

“Selain tujuh cagar budaya tersebut, sebenarnya masih ada sejumlah bangunan yang berpotensi menjadi cagar budaya, namun sampai sekarang masih dalam pengkajian,” kata Didik.

Bangunan lain yang berpotensi menjadi cagar budaya antara lain bekas stasiun kereta api di Parakan dan Temanggung serta Candi Stapan di Bagusan, Parakan.

Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung pertama kali ditemukan oleh penggali pasir pada 2010. Setelah melalui beberapa kali ekskavasi, ditemukan adanya bangunan candi, jalan batu, permukiman penduduk, beras, tulang kerbau, pecahan keramik, pecahan tembikar dan benda-benda lain yang diduga terkubur akibat letusan Gunung Sindoro sekitar 1.000 silam. Diduga situs Liyangan berasal pada masa kerajaan Mataram Kuno.

Liyangan memiliki beragam keunikan yang tidak dimiliki oleh situs kuno di daerah lain. Yakni, terbagi atas beberapa zona dengan tingkat komplektisitas tinggi. Mulai zona pertanian, permukiman, hingga peribadatan.

Pemerhati Cagar Budaya Tri Subekso berpendapat, benda-benda cagar budaya dari masa klasik perlu dijaga kelestariannya. Ia berharap, warisan budaya tersebut bisa terselamatkan dari perdagangan gelap, maupun vandalisme.

Mahasiswa Magister Arkeologi Universitas Indonesia ini mengatakan, di Temanggung banyak dijumpai temuan benda-benda yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya. “Kepedulian warga yang berada di sekitar situs, dan perhatian instansi-instansi pemerintah daerah, seperti Dinas Kebudayaan di masing-masing kota kabupaten, serta keaktifan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng sangat dibutuhkan,” tuturnya. (jpg/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Butuh Rumah Singgah PMKS

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Belum adanya rumah singgah untuk penampungan, membuat penanganan pengemis, gelandangan dan Orang telantar (PGOT) di Wonosobo belum bisa maksimal. Selama ini,...

BRI Syariah KCP Demak Beri Reward

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Demak memberikan penghargaan (reward) kepada 5 jamaah calon haji (calhaj) asal Demak. Yaitu, dengan...

Minta Pelaku Dihukum Berat

MAGELANG - Kematian Diki Muhrizal yang tewas akibat ditusuk dengan pisau lipat oleh Dedy Hermawan alias Herman, 36, meninggalkan duka mendalam. Ibunda korban, Ngadimah,...

Beredar Kabar Pelayanan SIM Tutup 2 Minggu, Ini Klarifikasi Polisi

JawaPos.com - Polri kembali terserang berita bohong alias hoax. Kali ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) yang menjadi sasarannya. Beredar pesan...

Laju Kendaraan Sangat Kencang, Jatingaleh Butuh JPO

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan hak pejalan kaki. Sayangnya, banyak JPO yang sudah ada, kurang terawat dan kurang dimaksimalkan. Bahkan, di Jatingaleh yang arus...

Kawal Aksi, TNI Bagikan Air Minum

MUNGKID - Kodim 0705/Magelang turut serta mengirimkan personel dalam menjaga dan mengamankan kegiatan aksi damai dan doa bersama di Masjid An Nuur, Mungkid, Kabupaten...