33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Bisa Menular lewat Percikan Ludah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PENYAKIT difteri yang disebabkan oleh infeksi bakteri patogen Corynebacterium diphtheriae ternyata bisa menular melalui pecikan ludah jika seseorang bertemu dengan pasien suspect difteri.

“Bisa menular lewat percikan ludah, bakterinya sangat kecil, ketika bertemu langsung biasanya nggak sengaja dan tidak tahu kalau suspect difteri,” kata Hapsari, Dokter Spesialis Anak sekaligus Penanggung Jawab Pasien di RSUP dr Kariadi.

Penyakit ini sendiri, dipengaruhi oleh faktor kekebalan tubuh. Di sinilah mengapa pemerintah mulai gencar melakukan imunisasi dan mewajibkan syarat untuk anak sekolah memiliki sertifikat imunisasi.

“Difteri yang berbahaya adalah yang menyerang saluran nafas. Jadi, memang ditekankan, semua progran imunisasi dari pemerintah harus ikut,”jelasnya.

Menurut dia, banyak yang tidak mengetahui gejala awal dari penyakit difteri karena gejalannya mirip dengan radang tenggorokan. Namun jika dilihat dengan lebih teliti, gejala difteri dapat dilihat dengan adanya pembesaran amandel.

“Selain membesarnya amandel, biasanya disertai demam walaupun tidak tinggi. Namun patut diwaspadai jika ada bercak putih keabu-abuan di amandel bisa jadi gejala difteri, selain itu juga merasa nyeri saat menelan,” ucapnya.

Untuk melakukan pencegahan, dirinya berpesan agar  minimal harus menggunakan masker dan melakukan cuci tangan saat beraktivitas. Penyakit ini sendiri bisa menyerang organ vital yang ada di dalam tubuh seperti jantung, hati dan ginjal. “Jika sudah masuk ke jantung, biasanya diberi obat anti difteri serum (Ads),”katanya. (den/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Layani Pengobatan Masyarakat Doro

KAJEN-Kebutuhan masyarakat Kelurahan Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, terbantu dengan hadir program Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan Gratis yang dihadirkan Djarum Foundation (DF) bersama...

MC, Menyanyi dan Dokter Gigi

MENJADI seorang master of ceremony (MC) sekaligus penyanyi bagi Grace Novita Soenaryo bukan semata menjalani pekerjaan saja. Namun profesi yang digelutinya merupakan panggilan jiwa. Wanita...

Hari Juang Kartika, Sumbangkan Darah  

MAGELANG–Sebanyak 128 orang rela menyumbangkan darahnya dalam rangka Hari Juang Kartika yang diselenggarakan oleh Kodim 0705/Magelang di Gedung Prajurit Kodim Magelang, belum lama ini....

Perlu Modifikasi, Sesuai Lidah Zaman Sekarang

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kota Semarang menyadari bahwa Roti Ganjel Rel merupakan makanan khas Kota Semarang yang harus dipertahankan. Karena itulah, pihaknya selalu...

Raperda Copas ’Tampar’ Mundjirin, Jiplak Raperda Kota Magelang

UNGARAN - Ini sungguh memalukan. Satu dari 12 rancangan peraturan daerah (raperda) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/2)...

Banjir Bandang Seret Warga

MUNGKID— Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magelang sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah bencana. Mulai banjir hingga angin kencang. Satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban...