33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

100 Siswa Ma’had Akan Divaksin Difteri

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – DINAS Kesehatan Kota Semarang dijadwalkan akan memberikan vaksin difteri kepada 100 siswa Ma’had Ta’zhiimus Sunnah di Kelurahan Genuksari, Sabtu (21/7) hari ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit difteri di lingkungan sekolah tersebut.  Sebab, sebelumnya, seorang siswa Ma’had Ta’zhiimus, Bunyamin, 12, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/7) akibat penyakit difteri yang dideritanya.

Bunyamin diduga mengidap penyakit sejak 1 minggu belakangan. Ia sempat diperiksakan ke dokter Puskesmas Genuk dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Namun karena keterbatasan alat, Bunyamin dirujuk, dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi Semarang sejak Senin (16/7) lalu.

Seorang tetangga Bunyamin, Sutini, mengatakan Bunyamin mengalami gejala penyakit tersebut sejak beberapa hari setelah Lebaran, namun baru akhir-akhir ini ada banyak dokter yang datang ke rumahnya. “Lalu dirinya mulai dirawat di RSUP dr Kariadi sejak Senin,” kata warga Genuksari RT 11 RW 3 Genuk, Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sutini menambahkan, sejak Bunyamin dirawat di rumah sakit, semua keluarganya ikut menemaninya di sana. Sehingga suasana rumahnya sepi. Hanya sesekali ayah Bunyamin, Muhammad Chozin, datang ke rumah. Sutini menduga, beberapa anggota keluarganya juga tertular penyakit tersebut, sehingga mereka juga harus dirawat di rumah sakit.

Pihak Ma’had Ta’zhiimus Sunnah tempat Bunyamin menimba ilmu  ikut berkomentar mengenai kasus ini.  “Saya yakin penyakit tersebut datang dari luar lingkungan sekolah kami, karena tidak ada satupun siswa kami selain Bunyamin yang terjangkit penyakit tersebut, bahkan teman sebangku Bunyamin juga tidak tertular,” ucap Kepala Sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah, Abu Yahya, Jumat (20/7).

Abu Yahya menyampaikan, pihaknya awalnya tidak mengetahui jika salah seorang siswanya menderita penyakit difteri. baru sekitar 2 minggu lalu, orangtua Bunyamin datang ke sekolah untuk memberitahu anaknya sakit dan tidak bisa masuk sekolah. “Lalu seminggu kemudian kami mendapatkan kabar kalau Bunyamin sudah dirawat di RSUP dr Kariadi,” akunya.

Kerahkan Babin

Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Genuk membantu mengawal Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam upaya pencegahan virus difteri di wilayah hukumnya. Hal ini mengingat adanya dua orang meninggal akibat terserang penyakit difteri di Bangetayu Wetan dan Genuksari.

“Kalau kami kan hanya mendampingi dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan imunisasi karena ada beberapa warga yang tidak mau. Sehingga kami mengutus para Babin untuk supaya masyarakat mau imunisasi sebagai bentuk pencegahan difteri,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Zainul Arifin, Jumat (20/7).

Zainul menjelaskan, setidaknya di wiliayah hukum Polsek Genuk terdapat satu anggota keluarga yang terkena wabah penyakit tersebut. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia. “Ada lima anak dalam satu keluarga sudah masuk rumah sakit. Di Bangetayu Wetan juga sudah 2 yang kena. Kalau yang meninggal dua orang akibat difteri,” bebernya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menjaga diri maupun lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak keberatan manakala Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan melakukan imunisasi. (cr2/mha/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Truk Masih Melintas di Turunan Silayur

MESKI sudah ada larangan melintas di turunan Silayur pada siang hari, sejumlah truk terlihat masih melanggar aturan tersebut, kemarin. Aturan pembatasan jam melintas bagi...

831 Orang Kena HIV/AIDS

SLAWI-Sebanyak 831 orang di wilayah Kabupaten Tegal terdeteksi penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Mereka berusia anak-anak, remaja, hingga...

39 Hakim Terjerat OTT KPK

SEMARANG - Sejak Maret 2012 hingga sekarang total ada 28 orang di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan peradilan yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT)...

Kenalkan Jajanan Khas hingga Tanamkan Kerukunan

RADARSEMARANG.COM - Zaman now permainan meja atau board game sudah mulai luntur. Kalah dengan game online maupun aplikasi game di handphone. Ardiawan Bagus Harisa...

Tim Pendamping Harus Optimal Berikan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Sedikitnya 16 orang yang mendampingi calon jamaah haji diminta memberi layanan optimal pada jamaah haji. Tidak meninggalkan jamaah di waktu-waktu penting...

Komisi B Pastikan Pasar Kaliwungu Segera Dibangun

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Pasar Pagi Kaliwungu yang terbakar Agustus 2017 lalu akan segera dibangun. Pembangunan itu setelah Komisi B DPRD Kendal menyetujui usulan dari...