33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Petani Diminta Tinggalkan Sistem Tebas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Petani di Kabupaten Pemalang didorong untuk meninggalkan sistem tebas. Karena dalam menggunakan sistem tebas, petani tidak akan tahu hasil panen yang dihasilakn berapa jika dijual dengan sistem tebas.

Kepala Dinas Pertanian, Suharto mengatakan sistem tebas tak bisa digunakan sebagai tolok ukur produktivitas lahan. Karena itu, pihaknya mendorong petani untuk melakukan kegiatan pasca panen atau outfarm agar petani bisa menjual hasil panennya dalam bentuk beras.

“Sistem tebas ini menyebabkan petani tidak mengetahui berapa gabah hingga berasanya seperti apa, yang dihasilkan dari sawah mereka, karena selama ini hanya menerima uang dari juragan tanpa perlu memanen padinya,” kata Suharto, saat acara penyerahan bantuan mesin giling gahab oleh Bank Indonesia (BI)  Perwakilan Tegal, Rabu (18/7).

Namun upaya agar bisa menjual beras langsung terkendala pada alat pengolah hasil pertanian yang belum dimiliki petani. Keresahan ini, terjawab ketika BI Perwakilan Tegal memberikan bantuan alat giling gabah (rice mill) kepada tiga kelompok tani di Kabupaten Pemalang. BI memberikan rice mill ukuran kecil yang mampu menggiling gabah kering di rumah petani.

Atas bantuan tersebut, Suharto berpesan kepada petani penerima bantuan untuk menjaga dan merawat mesin yang diperolehnya.“Saya harap mesin ini, dijaga dan digunakan dengan baik. Kemudian juga menjaga lingkungan agar tetap kondusif sebab mesin giling meskipun berukuran kecil namun menimbulkan kebisingan dan polusi,” ucapnya.

Perwakilan BI Tegal, Joni Marsius mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap para petani dengan memberikan berbagai bantuan. Awalnya program membantu petani adalah pada masa tanam atau on farm berupa bantuan bibit dan pupuk organik cair.“Kepedulian BI terhadap petani ditingkatkan lagi dengan memberikan bantuan pasca panen atau fase out farm,’’ kata Joni.

Bantuan diberikan kepada tiga kelompok tani antara lain Budi Jaya, Kumareng dan Warna Jaya. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan rice mill mini yang memiliki kemampuan giling sebanyak dua kuintal gabah/jam.

Harapannya mesin giling tersbut bermanfaat sehingga mampu meningkatkan kesejateraan petani. Dengan adanya bantuan mesin giling itu petani tak perlu lagi menjual padinya dengan sistem tebas namun meningkat menjual hasil panen dalam bentuk beras. Apalagi ada kebijakan dari pemerintah daerah yang memberi kesempatan kepada petani untuk menjual berasnya kepada PNS melalui kelompok tani. (han/bas)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...