33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Bukti Masyarakat Tak Takut Teroris

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

Kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Kapolrestabes Semarang 
Kombes Pol Abioso Seno Aji

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang, Kamis (19/7) kemarin, menggelar nonton bersama (nobar) film 22 Menit di Theater XXI Paragon. Film tersebut menjadi bukti bahwa semua lapisan masyarakat bersatu melawan aksi terorisme.

Sejumlah Forkopimda yang ikut nobar yakni Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji,  Dandim 0733/BS Kolonel Muhammad Taufik Zega, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Film yang disutradarai Augene Panji dan Myrna Paramita ini diputar perdana di Kota Semarang.

Film ini diangkat dari kisah nyata, yakni tragedi ledakan bom di Thamrin Jakarta tahun 2016 silam. Dari pemutaran film tersebut, seorang anggota polisi dari unit lalu lintas meninggal di lokasi termasuk warga sipil. Selain itu, juga menimbulkan banyaknya korban luka-luka akibat ledakan dan penembakan yang dilakukan teroris.

“Makna dari film ini yang harus kita tangkap bersama adalah aksi teror adalah musuh kita bersama. Dan yang paling penting adalah kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki,” tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, usai menonton film tersebut.

Sesaat sebelum bom meledak di pos polisi Jalan MH Thamrin, film tersebut juga mengisahkan para petugas sedang melakukan aktivitasnya mengatur lalu lintas, bercengkrama dengan petugas lain, hingga melakukan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas.

Tawa penonton kembali pecah saat melihat ternyata pelanggar tersebut diperankan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, sedang berboncengan dengan istrinya dihentikan petugas polisi dan diminta menepi. “Wahh repot ya kalau begini,” dialog Kapolri dalam film tersebut. Sang istri kemudian menimpali. “Kok ditilang pak, saya temannya Kapolri lho,” salah satu dialog dalam film.

“Itu pesannya adalah bahwasanya kepolisian saat melakukan penegakan hukum tidak pernah memilah-memilah, siapa yang melanggar ya tetap akan ditindak,” tegas Abioso.

Di menit-menit akhir setelah terjadi ledakan, film tersebut memperlihatkan, sigap dan cepatnya anggota kepolisian dalam melumpuhkan para pelaku teror di lokasi. Bahkan, juga dilakukan penangkapan di berbagai daerah termasuk luar Jawa dalam waktu hampir bersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Kolonel M Taufiq Zega sangat mengapresiasi film tersebut. Menurutnya, pemutaran film ini untuk menumbuhkan cinta Tanah Air. “Nggak cuma TNI dan Polri saja ya saya kira, semua lapisan masyarakat terlibat bersatu melawan terorisme, ini yang saya tangkap dari film tadi,” imbuhnya. (mha/zal)

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Sahid Mandarin Budayakan Tradisi Mulia Ramadan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sudah menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan, manajemen dan karyawan Sahid Mandarin Hotel di Jalan Dr Sutomo Pekalongan berbagi dengan sesama....

Optimistis Perekonomian Membaik

“Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama,” Hamid Ponco Wibowo,...

Liga Gulat Mahasiswa Jaring Atlet Muda

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sebanyak 19 atlet gulat mahasiswa, Minggu (2/8) kemarin meramaikan perhelatan akbar Liga Gulat Mahasiswa Jateng Terbuka Tahun 2018 seri kedua, Minggu...

Disebut Mereview Film A Man Called Ahok, Ini Jawaban Ridwan Kamil

JawaPos.com - Film Indonesia A Man Called Ahok begitu banyak diperbincangkan. Karena film yang menceritakan kisah dari mantan Gubernur DKI Jakarta ini baru-baru ini...

Keabsahan Kontrak E-Commerce

Ibu Dini S Purwono, saya pernah melakukan suatu transaksi pembelian barang melalui internet dengan sistem pembayaran dengan tanda tangan digital (digital signatur). Namun setelah...

Produksi Menurun, Petani Basmi Tikus

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Lantaran hama tikus merusak tanaman padi siap panen di Kecamatan Bojong, puluhan petani melakukan gropyokan tikus secara serentak di beberapa lahan persawahan, Minggu...