Jalan Margosari-Medini Rusak

  • Bagikan
MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan penghubung Desa Margosari-Medini rusak parah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan penghubung Desa Margosari-Medini rusak parah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Akses jalan antara Desa Margosari dengan Medini, Kecamatan Limbangan dikeluhkan warga. Pasalnya, aspal yang menjadi badan jalan, kondisinya hancur. Tak pelak, jalan berlubang dan berbatu mengakibatkan warga sekitar kerap terjatuh saat melintas.

Menurut Slamet Susilo, warga Dukuh Gempol, Desa Ngresepbalong Kecamatan Limbangan kerusakan jalan ini sudah lama. Namun dari pihak pemerintah belum juga memperbaikinya. “Sudah lama, kira-kira 2015 lalu jalan ini sudah rusak,” katanya.

Kerusakan jalan dengan lebar enam meter itu memanjang sepanjang lima kilometer.  Akibatnya aktivitas warga menjadi terganggu. Jalan sedianya bisa ditempuh paling lama 10 menit dengan kondisi jalan mulus.  Tapi karena aspal yang hancur dan mengelupas, butuh waktu 20-30 menit untuk melintas jalan tersebut.

“Harus pelan dan berhati-hati. Jika tidak bisa terjatuh. Banyak warga sini yang terjatuh, terutama musim hujan. Hal itu karena batu-batu jalan menjadi licin karena terguyur air. Begitupun lubang jalan menjadi tertutup air. Jadi tidak kelihatan saat dilintasi,” katanya.

Warga sekitar juga pernah berusaha memperbaiki jalan secara swadaya dengan menguruk jalan menggunakan pasir batu untuk menutup lubang jalan. “Tapi selalu rusak lagi karena jalan dilintasi oleh dump truk yang memuat hasil galian C,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Imam. Ia menambahkan jika kerusakan memang dipicu oleh dump truk yang memuat tonase berlebih. Selain itu kecuraman jalan karena berada dibawah lereng medini sehingga jalan menanjak tinggi.

“Jalannya curam, jadi saat dilintasi truk dengan tonase berlebih aspal langsung pecah. Ditambah lagi curah hujan tinggi saat musim hujan mengakibatkan aspal hanyut diterpa air sehingga jalan menjadi berlubang,” jelasnya.

Ia mengatakan jalan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan warga. Baik menuju Boja, Kendal maupun yang ingin ke Cangkiran, Mijen Kota Semarang. “Ada alternatif lain melalui jalan Gunungsari-Gonoharjo. Namun harus memutar lebih jauh lagi,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sugiyono mengatakan pihaknya sudah meninjau jalan tersebut secara langsung. Ia mengakui, ada kersusakan berat jalan Margosari-Medini sepanjang lima kilometer.

“Untuk perbaikan, kami coba usulkan di APBD perubahan 2018 ini. Semoga bisa lolos sehingga jalan bisa segera diperbaiki. Jika tidak memungkinkan, akan kami anggarkan di APBD 2019 agar jalan bisa dibangun dengan beton,” timpalnya. (bud/bas)

  • Bagikan