32 C
Semarang
Rabu, 16 Juni 2021

Ulama Turut Cegah Radikalisme

RADARSEMARANG.COM, JATENG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme. Peran serta MUI diwujudkan melalui penanaman ajaran Islam berdasarkan kitab AlQur’an dan Hadis Nabi.

Kesungguhan upaya bersama ini tercermin dalam pernyataan sikap MUI Jateng dalam halaqoh Ulama yang berlangsung di Solo. Adapun lima pernyataan sikap tersebut, yakni pertama, berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945 dan semangat bhineka tunggal ika sebagai landasan dan kesepakatan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

”Kedua, mengajak seluruh komponen bangsa untuk mencegah ajaran ekstrem seperti tatarruf, radikalisme, terorime, dan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujar ujar Ketua umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji didampingi Sekum KH Muhyiddin, dalam halaqoh ulama yang diselenggarakan MUI Jateng bekerja sama dengan Kesbangpol Jateng, di Solo, yang berakhir Kamis (19/7) kemarin.

Poin pernyataan sikap ketiga, disebut olehnya, adalah mengajak orang atau organisasi yang berafiliasi kepada gerakan radikalisme, terorisme dan ormas-orpol yang bertentangan Pancasila, UUD 1945 serta peraturan perundangan untuk kembali ke NKRI.

Sementara itu, pernyataan sikap yang ke empat yakni MUI bertekad membebaskan sekolah dan kampus dari penyebaran radikalisme-terorisme agar ramah bagi tumbuhnya Islam rahmatan lil alamin. ”Kelima atau yang terakhir, mengajak para kiai, ulama, ustadz, dosen, guru ngaji, guru agama agar lebih giat dalam menyebarkan Islam wasathiyyah,” jelasnya.

Demi menggerakkan semangat tersebut, Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro dan MUI Jateng sepakat untuk memrakarsai deklarasi antiradikalisme-terorisme dengan memanfaatkan momentum peringatan 17 Agustus 2018 mendatang. Dengan target utama, memperlemah gerakan radikalisme di Jawa Tengah. (sga/zal)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news