33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Tega, Ayah Gantung Anak

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Seorang ayah tega menganiaya buah hatinya yang masih di bawah umur, dengan cara menggantungnya di atas blandar kayu dalam rumah menggunakan gorden. Tindakan kejam yang dilakukan seorang ayah berinisial Fae, 25, warga Jalan Karangjangkang, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, itu akhirnya dilaporkan oleh istrinya (Y) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (18/7).

Pada pelaporan tersebut, Y menerangkan, suaminya telah melakukan tindakan kejam terhadap Mar (anaknya) pada Minggu (15/7) sekitar pukul 19.30. Dalam laporannya Y menceritakan, saat itu Mar berada di rumah bersama ayahnya. Sementara ia sedang bekerja. Mar kala itu menangis dan meminta diantar ke tempat neneknya.

Namun, Fae yang mengenakan sarung bertelanjang dada enggan menuruti keinginan anaknya. Malah sebaliknya, Fae semakin murka dan melakukan perbuatan tidak pantas. Bocah laki-laki mungil tersebut diperlakukan dengan kasar, yakni digantung di atas blandar rumah dengan posisi kepala di bawah.

“Anak saya digantung di blandar kayu dengan menggunakan gorden,” ungkap Y kepada petugas.

Mendapat perlakukan tersebut, Mar semakin menangis kencang, hingga suaranya mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang mendengar mendatangi di rumah tersebut dan terkejut melihat perbuatan Fae terhadap Mar. Kemudian menolong Mar. “Kemudian saya pulang setelah mendapat kabar,” terangnya.

Y pun semakin geram ketika ditunjukkan perbuatan suaminya melalui sebuah remakan video. “Kebetulan ada warga yang merekam sebelum anak saya diturunkan,” katanya.  “Sampai sekarang anak saya masih trauma dan takut,” tegasnya. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polrestabes Semarang, segera menindaklanjuti laporan tersebut. (mha/zal)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

PPKn Penangkal Ketidaksopanan Anak

RADARSEMARANG.COM - DIAKUI atu tidak, kini budaya sopan santun anak sudah semakin luntur. Di lingkungan keluarga, anak tidak lagi berpamitan berangkat ke sekolah dengan...

Bedah 31 Rumah Jadi Layak Huni

SEMARANG – Samsung Elektronik, salah satu perusahaan elektronik terbesar asal Korea dalam bisnis tidak hanya mementingkan keuntungan. Sebaliknya, sebagian keuntungan dikembalikan lagi ke masyarakat...

Naga Doreng, Latih Kecepatan dan Kekompakan ala Militer

Kelompok Barongsai Naga Doreng selalu tampil unik ketika menyuguhkan atraksi barongsai dan liong. Mereka mengusung nuansa doreng khas tentara untuk menunjukkan identitas sebagai personel...

Bersama Melindungi Masa Depan Anak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan dan harmonisasi keluarga sangat penting sebagai salah satu upaya melindungi dunia anak-anak di Jateng. Sebab, di era saat ini banyak...

Kongres Ulama Jateng Rekomendasikan Pilih Sudirman Said

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Para ulama, tokoh muslim, dan aktivis gerakan Islam mengajak umat muslim Indonesia, khususnya Jawa Tengah merapatkan barisan jelang Pilgub Jateng yang...

Gali Potensi Desa dengan Modal Sosial, Bersama Bersihkan Lingkungan

Pemkab Demak hingga kini terus berupaya membangun desa melalui berbagai metode efektif. Di antaranya, menggerakkan warga untuk bergotong royong yang berfungsi ganda. Selain merekatkan hubungan...