33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Tega, Ayah Gantung Anak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Seorang ayah tega menganiaya buah hatinya yang masih di bawah umur, dengan cara menggantungnya di atas blandar kayu dalam rumah menggunakan gorden. Tindakan kejam yang dilakukan seorang ayah berinisial Fae, 25, warga Jalan Karangjangkang, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, itu akhirnya dilaporkan oleh istrinya (Y) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (18/7).

Pada pelaporan tersebut, Y menerangkan, suaminya telah melakukan tindakan kejam terhadap Mar (anaknya) pada Minggu (15/7) sekitar pukul 19.30. Dalam laporannya Y menceritakan, saat itu Mar berada di rumah bersama ayahnya. Sementara ia sedang bekerja. Mar kala itu menangis dan meminta diantar ke tempat neneknya.

Namun, Fae yang mengenakan sarung bertelanjang dada enggan menuruti keinginan anaknya. Malah sebaliknya, Fae semakin murka dan melakukan perbuatan tidak pantas. Bocah laki-laki mungil tersebut diperlakukan dengan kasar, yakni digantung di atas blandar rumah dengan posisi kepala di bawah.

“Anak saya digantung di blandar kayu dengan menggunakan gorden,” ungkap Y kepada petugas.

Mendapat perlakukan tersebut, Mar semakin menangis kencang, hingga suaranya mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang mendengar mendatangi di rumah tersebut dan terkejut melihat perbuatan Fae terhadap Mar. Kemudian menolong Mar. “Kemudian saya pulang setelah mendapat kabar,” terangnya.

Y pun semakin geram ketika ditunjukkan perbuatan suaminya melalui sebuah remakan video. “Kebetulan ada warga yang merekam sebelum anak saya diturunkan,” katanya.  “Sampai sekarang anak saya masih trauma dan takut,” tegasnya. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polrestabes Semarang, segera menindaklanjuti laporan tersebut. (mha/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harus Menang untuk Bisa Lebih Berjuang

SALATIGA - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Sidomukti mengumpulkan seluruh pengurus ranting dan anak ranting di rumah Wakil Ketua DPRD...

Distribusi Soal UNBK Rawan Kebocoran

SEMARANG - Penyelenggaraan Ujian Sekolah Bertandar Nasional (USBN) di Jawa Tengah berjalan relatif lancar.  Tidak ditemukan kebocoran soal ujian seperti yang ramai diberitakan. Ketua Musyawarah...

Kritik Perbedaan Perlakuan Pasien BPJS

SEMARANG - DPRD Jateng mendukung penuh upaya masyarakat untuk menuntut perbaikan layanan kesehatan. Sebab, diakui atau tidak pelayanan kesehatan sampai sekarang masih menyisakan berbagai...

Antisipasi Teror, Polres Dijaga Ketat

UNGARAN – Polres Semarang memperketat penjagaan di seluruh markas, Senin (13/11). Hal ini guna mengantisipasi adanya aksi teror susulan paska penyerangan dan pembakaran di...

Atlet Jateng Minim Perhatian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Atlet Jateng masih minim perhatian. Oleh karena itu DPRD meminta agar pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota lebih maksimal membina atlet di Jateng....

APP Tolak Klien Radikal dan Anti Pancasila

SEMARANG - Ratusan advokat yang tergabung dalam Advokat Jawa Tengah Bersatu (AJB) pastikan tidak akan membela individu yang menyimpang karena tergabung dalam organisasi radikalisme...