Ratusan Koperasi Mati Suri

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Pemkab Demak hingga kini telah mencatat ada 649 koperasi di wilayah Kabupaten Demak . Dari jumlah itu, 538 unit koperasi dalam kondisi masih aktif berkegiatan dan 111 unit lainnya tergolong tidak aktif atau mati suri.

Hal ini mengemuka dalam rakor Dinas Perdagangan bersama Dekopinda Demak, kemarin. Kepala Dinas Perdagangan, Siti Zuarin mengungkapkan, untuk mencegah dan menekan tidak aktifnya koperasi tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai cara pembinaan.

Misalnya, dengan pelatihan, sarasehan, pemberian penghargaan dan penilaian. Meski demikian, masih ada saja koperasi yang enggan hidup mati pun tidak mau.  Pada 2016 lalu, setidaknya ada 76 koperasi yang telah dibubarkan. Ini karena sudah tidak bisa dipertahankan. “Kita tetap mengedepankan kualitas koperasi sehingga betul betul bermanfaat bagi anggota,” katanya.

Kabid koperasi, Budiono menambahkan, pihaknya terus melakukan verifikasi, termasuk mencari pengurusnya, alamatnya hingga anggotanya. “Sebab, saat kita verifikasi, masih ada koperasi yang aktif tapi tidak melaporkan kegiatannya ke dinas,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Demak, Farodli mengatakan, anggaran bidang koperasi sekotar Rp 435 juta. Antara lain, digunakan untuk peningkatan kualitas, sarana prasarana, pembinaan dan pengawasan serta monitoring. “Anggaran itu sangat sedikit sehingga perlu ada peningkatan anggaran. Harapannya, koperasi di Demak makin berkembang,” katanya.

Ketua Dekopinda Demak, Wakiyo mengatakan, selama ini tidak pernah ada aliran dana dari APBD untuk kegiatan koperasi. Karena itu, semua sengkuyung bersama mengatasi masalah anggaran. “Dasarnya adalah rasa kekeluargaan dari dan untuk anggota,” katanya.

Menurutnya, koperasi harus bisa menjadi soko guru perekonomian nasional. (hib/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -