33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Penjualan Rumah Makin Merosot

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar properti, khususnya rumah komersial kian lesu. Terlihat dari hasil penjualan selama Property Expo Semarang ke-5 yang digelar di Mal Ciputra.

“Hasil penjualan selama pameran jauh di bawah target. Dari target 60 unit, hanya 19 unit saja yang terjual selama pameran,” ujar Panitia Pameran, Wibowo Tedjo Sukmono, di sela penutupan pameran, Rabu (18/7).

Jumlah tersebut tak hanya jauh dari target, tapi juga merosot jauh dibanding pameran sebelumnya dengan penjualan mencapai 55 unit. Begitu juga bila dibandingkan dengan Property Expo Semarang ke-5 yang dihelat tahun sebelumnya, dengan capaian 50 unit.

Beberapa faktor dinilai sebagai penyebab merosotnya penjualan pada pameran ke-5 ini. Di antaranya waktu yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri serta tahun ajaran baru. Bagi pengusaha, sebagian dana lebih diutamakan untuk pembagian THR pada karyawan.

“Banyak yang datang dan berminat dengan unit-unit yang kami tawarkan. Sayangnya, saat ditindaklanjuti, untuk mereka yang berwirausaha masih melakukan penundaan pembelian dengan alasan dana untuk THR kayawan dulu. Begitu juga dengan pegawai yang masih fokus pada dana anak sekolah,” ujarnya.

Tren pertumbuhan negatif ini, lanjutnya, terus dirasakan sejak 2016 lalu. Selama pameran pada 2016 total penjualan mencapai 495 unit, kemudian pada 2017 menjadi 407 unit. “Pada tahun ini untuk perhitungan Januari sampai April masih 124 unit. Tapi kami tetap optimistis, masih ada lima pameran lagi dan diharapkan bisa megejar target,”ujarnya.

Beberapa pengembang, lanjutnya, juga menyiasati dengan memperbanyak stok pada segmen penjualan terbanyak. Yaitu unit-unit rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta. “Sejauh ini penjualan terlaris di segmen tersebut, jadi banyak yang membangun disesuaikan ukuran tanah dan luas bangunan agar masuk di segmen tersebut,” imbuh salah seorang pengembang Dibya K Hidayat. (dna/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Target Serap 19 Ribu Ton

DEMAK-Bulog Demak menargetkan dapat menyerap beras sebanyak 19 ribu ton. Target tersebut kini baru terpenuhi sebanyak 18 ribu ton. Namun, karena dipasok  untuk membantu daerah...

Toyota Perkuat Pasar Hatchback

SEMARANG - Toyota Agya mendapatkan respons positif sejak diluncurkan tahun 2013 hingga kini. Karena itulah, Toyota meningkatkan Total Ownership Benefit produknya melalui peluncuran New...

FH UM Magelang Bantu Polmas

MAGELANG-- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang juga intens membantu kegiatan masyarakat di bidang keamanan dan ketertiban. Baru-baru ini Fakultas Hukum (FH) UM Magelang membantu...

Kebanyakan yang Beli Ibu-Ibu Muda

Penjualan alat dan obat untuk meningkatkan gairah seks ataupun kejantanan kini marak di Kota Semarang. Mereka menawarkan produk yang sebagian besar barang impor tersebut....

Bupati Tak Perpanjang Rita

WONOSOBO–Bupati Eko Purnomo menegaskan, Pemkab tidak akan memperpanjang kontrak Rita Pasaraya di kompleks Pasar Plaza. Penegasan itu disampaikan saat menemui puluhan pedagang Pasar Induk...

Hoax A.M. Hendropriyono Meninggal Dunia

JawaPos.com – Akhir-akhir ini mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono kerap dihantam kabar hoax. Tak hanya disebut kolaps sehingga harus dilarikan ke...