Minta Doa Restu, Basuh Kaki Orang Tua

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Ada tradisi luhur yang dibangun SMAN 1 Kendal. Mengakhiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa baru melakukan tradisi membasuh kaki orang tuanya masing-masing. Tradisi basuh kaki ini sebagai bentuk siswa memohon restu orang tua agar dalam belajar diberikan kemudahan.

Tangis haru mewarnai helatan basuh kedua kaki dan sungkem orang tua. Para siswa baru itu menangis mengingat jasa dan kerja keras orang tua siswanya yang sudah membesarkan dan mendidik tanpa kenal lelah.

Para siswa baru itu juga diberi kesempatan menyampaikan proposal kehidupan yang telah ditulis kepada orang tua. Yakni mengenai janji-janji atau komitmen dan rencana selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Kendal.

Salah seorang orang tua siswa, Subkhi yang merupakan ayah dari siswa Muhammad Rizal Mahmudi mengatakan selama hidupnya baru pertama kali ia dibasuh kaki oleh anaknya. “Saya merasa terharu sekali. Tradisi membasuh kedua kaki orang tua ini sangat menyentuh hati sampai saya menangis,” katanya, kemarin (18/7).

Dikatakannya, jika inilah yang diharapkan orang tua. Yakni memiliki anak yang memiliki budi pekerti atau sopan santun. “Cerdas saja tidak cukup, tapi harus memiliki adab sopan santun, sehingga orang tua bisa tulus dan ridho dalam mendoakan anaknya,” tandasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Kenda, Sunarto mengatakan tradisi sungkeman sudah biasa dilakukan. Namun untuk membasuh kedua kaki orang tua, baru di tahun ajaran ini dilakukan. “Harapannya anak-anak memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan baik, sebagai bakti kepada orang tua,” katanya.

Selain itu, tradisi ini menjadi salah satu menanamkan pendidikan karakter pada anak. Yakni menghormati dan patuh serta berbakti kepada orang tua. “Sehingga mereka bisa jujur, dan terbuka pada orang tua,” paparnya.

Pengawas SMA, Utomo berharap acara ini bisa menjadi momentum yang berharga yang akan terus mengingatkan anak-anak. Bahwa keberhasilan itu tidak hanya urusan rajin belajar saja, tapi keridhoan orang tua dan guru. Dengan usaha, doa dan kerja sama yang baik antara orang tua murid dan pihak sekolah, maka akan membawa keberhasilan anak. (bud/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -