33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Hormati Jasa Para Tokoh Pendahulu

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Ziarah dan tabur bunga ke makam pendiri, tokoh dan ulama Wonosobo menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Wonosobo, Rabu (18/7). Ada 6 makam yang menjadi peristirahatan terakhir para pendiri Wonosobo diziarahi oleh Bupati, Wakil Bupati beserta segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pejabat di lingkup Pemkab Wonosobo.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Wonosobo Didik Wibawanto mengatakan, ada 6 kelompok yang masing-masing berziarah ke makam Tumenggung Jogonegoro di Pakuncen, Selomerto, makam Tumenggung Selomanik di Kaliwiro, dan makam Bupati Mangunkusumo, di Ketinggring, Kecamatan Wonosobo.

“Tiga makam lainnya, yang juga diziarahi, berturut-turut adalah makam KH Muntaha di Desa Deroduwur, Mojotengah, KH Asmorosufi di Sapuran, dan makam H Abdul Fatah di Desa Tegalgot, Kepil,” katanya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat memimpin ziarah di makam KH Muntaha menyampaikan, kegiatan ziarah makam tersebut merupakan tradisi tahunan menjelang digelarnya peringatan Hari Jadi Wonosobo. Selain untuk mendoakan arwah para pendiri, ziarah makam tersebut juga dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan generasi penerus, akan keberadaan makam-makam penting bagi Wonosobo.

“Acara ini juga merupakan salah satu wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengorbanan para pendahulu, sebab jika masyarakat menghormati para pendahulunya maka generasi di masa depan juga akan menghormati generasi saat ini,” katanya.

Di hadapan rombongan peziarah, Bupati meminta agar ziarah ini tidak hanya sebatas jadi kegiatan seremonial semata, melainkan harus benar-benar diresapi maknanya untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam membangun KabupatenWonosobo ke depan.

Sementara untuk ziarah Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, atau yang juga dikenal dengan nama Muhammad Ngarpah dan istrinya, R Ay T Setjonegoro di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Payaman Magelang akan dilaksanakan Kamis (19/7) ini. (ali/ton)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Jadi Model dan Penyiar TVRI

BERAWAL dari suka difoto, akhirnya Ina Nurwinda tertarik menekuni dunia modeling. Sejumlah lomba model pun berhasil dimenangkan. Yang terbaru, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES)...

Ingatkan Kecelakaan, Bangun Monumen

MAGELANG—Satlantas Polres Magelang, Sabtu (30/9) lalu meresmikan monumen peringatan kecelakaan lalu lintas di bahu jalan Magelang-Semarang, Kecamatan Secang. Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Didi Dewantoro,...

Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kondisi perpolitikan di Indonesia yang semakin memanas, harus didinginkan dengan sikap kebangsaan. Agama jangan sampai menjadi kendaraan politik agar situasi tidak...

Bangun Budaya Saling Bekerjasama

Belasan tahun berkecimpung di bisnis perhotelan, Yuni menyadari bahwa keberhasilan suatu hotel tidak lepas dari kerjasama antar divisi. Oleh karena itu, ia selalu menekankan...

Anda Manchunian, Menginaplah di HHP

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Bagi yang merasa sebagai fans fanatik klub sepakbola Manchester United atau biasa disebut Manchunian, menginaplah di Hotel Horison Pekalongan (HHP). Dengan...

Pengguna Ayla Kumpul di Salatiga

SALATIGA - Ratusan pengguna mobil Daihatsu Ayla mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-2 Ayla Community yang dilakukan di lapangan Tlogo Resort, Tuntang Kabupaten Semarang, akhir...