Hormati Jasa Para Tokoh Pendahulu

  • Bagikan
ZIARAH PENDAHULU : Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat menaburkan bunga ke makam KH Muntaha di di Desa Deroduwur, Mojotengah. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
ZIARAH PENDAHULU : Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat menaburkan bunga ke makam KH Muntaha di di Desa Deroduwur, Mojotengah. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Ziarah dan tabur bunga ke makam pendiri, tokoh dan ulama Wonosobo menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Wonosobo, Rabu (18/7). Ada 6 makam yang menjadi peristirahatan terakhir para pendiri Wonosobo diziarahi oleh Bupati, Wakil Bupati beserta segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pejabat di lingkup Pemkab Wonosobo.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Wonosobo Didik Wibawanto mengatakan, ada 6 kelompok yang masing-masing berziarah ke makam Tumenggung Jogonegoro di Pakuncen, Selomerto, makam Tumenggung Selomanik di Kaliwiro, dan makam Bupati Mangunkusumo, di Ketinggring, Kecamatan Wonosobo.

“Tiga makam lainnya, yang juga diziarahi, berturut-turut adalah makam KH Muntaha di Desa Deroduwur, Mojotengah, KH Asmorosufi di Sapuran, dan makam H Abdul Fatah di Desa Tegalgot, Kepil,” katanya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo saat memimpin ziarah di makam KH Muntaha menyampaikan, kegiatan ziarah makam tersebut merupakan tradisi tahunan menjelang digelarnya peringatan Hari Jadi Wonosobo. Selain untuk mendoakan arwah para pendiri, ziarah makam tersebut juga dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan generasi penerus, akan keberadaan makam-makam penting bagi Wonosobo.

“Acara ini juga merupakan salah satu wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengorbanan para pendahulu, sebab jika masyarakat menghormati para pendahulunya maka generasi di masa depan juga akan menghormati generasi saat ini,” katanya.

Di hadapan rombongan peziarah, Bupati meminta agar ziarah ini tidak hanya sebatas jadi kegiatan seremonial semata, melainkan harus benar-benar diresapi maknanya untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam membangun KabupatenWonosobo ke depan.

Sementara untuk ziarah Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, atau yang juga dikenal dengan nama Muhammad Ngarpah dan istrinya, R Ay T Setjonegoro di pemakaman umum Dusun Kauman, Desa Payaman Magelang akan dilaksanakan Kamis (19/7) ini. (ali/ton)

  • Bagikan