Tingkatkan Kreativitas Hingga Nasionalisme

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan pihak SMA N 3 Semarang, untuk mengasah dan menggali kreativitas siswa baru. Salah satunya membuat dan mewarnai wayang.

Selain melatih kreativitas juga melatih disiplin dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. Menghormati dan melestarikan budaya sendiri, khususnya wayang kulit.

Koordinator kegiatan membuat wayang SMAN 3 Semarang M Risyad Rachman mengatakan, setidaknya ada 12 tokoh pewayangan, yakni Pandawa Lima, Punokawan, kemudian Prabu Pandu, Dewi Kunti, dan Dewi Madri.

“Setiap kelas berisi 32 siswa yang sudah ditentukan tokoh wayangnya dan siswa membuat satu wayang. Sehingga ada 384 wayang sesuai jumlah siswa baru,” katanya.

Diakuinya, kegiatan membuat wayang itu merupakan bagian dari subtema MPLS, yakni keberagaman budaya sehingga dipilihlah wayang sebagai budaya Jawa agar para siswa baru ini cinta dengan kebudayaan nenek moyangnya.

“Sekarang ini kan zamannya film-film luar negeri. Anak-anak sekarang lebih senang nonton film. Makanya, kami ajak mereka berkreasi membuat wayang agar mereka mengenal dan bisa melestarikan budayanya sendiri,” kata Risyad.

Kepala SMA N 3 Semarang Wiharto mengatakan, kegiatan membuat wayang itu merupakan bentuk kreativitas siswa untuk mengisi MPLS dalam menanamkan kecintaan siswa kepada kebudayaan daerah. “Itu sesuai Permendikbud Nomor 18/2016, semua kepanitiaan MPLS dari guru, siswa pengurus OSIS hanya mendampingi dan mengarahkan. Sehingga tidak ada ‘gojlokan’, atau perpeloncoan,” katanya. (hid/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -