33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

SDN Plalangan 3 Hanya Menerima 3 Siswa

Sejumlah SDN Kurang Siswa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Semarang diketahui kekurangan siswa didik dari jumlah kuota siswa baru yang diterima. Menurut informasi yang dihimpun tidak hanya SD di pinggiran saja yang mengalami kekurangan siswa, ada juga SD di tengah kota.

SD Negeri Petompon 3 misalnya, dari kuota siswa baru 28 anak, saat ini hanya ada 13 siswa baru saja yang diterima. SD Negeri Mangungharjo Tugu pun hanya menerima 13 siswa dari kuota yang ada. Nasib serupa dialami SD Karang Kidul yang hanya menerima 8 siswa baru. SD Plalangan 3 lebih parah, yang hanya menerima 3 siswa. Sedangkan  SD Kandri 2 hanya menerima 12 siswa baru, dan SD Ngaliyan 04 Semarang tersedia 26 kursi, tetapi jumlah pendaftarnya hanya 14 anak.

Panitia PPD SDN Mangunharjo Tugu, Muhammad Amin, mengaku, jika sekolah yang berada di wilayah paling utara Kecamatan Tugu ini, hampir setiap tahun ajaran baru kekuragan kuota. Tahun ini, sekolah tersebut hanya menerima 13 siswa didik dari pendaftaran online.

“Kalau yang online ada 13 siswa yang diterima, memang kuotanya kurang, sehingga kami melakukan konsultasi dengan pihak UPTD Kecamatan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (17/7) kemarin.

Ia menerangkan, untuk memenuhi kuota, pihak sekolah melalui persetujuan dinas tetap menerima siswa didik baru secara offline pada hari terakhir pengumuman. Meski begitu, minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah ini cukup rendah. “Kalau yang offline, nambah dua siswa. Masih kekurangan kuota. Tapi,  berapapun siswanya, kami tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara semestinya,” ucapnya.

Pihaknya menambahkan, kekurangan kuota tersebut dikarenakan kondisi kampung Manghunharjo yang anak usia sekolahnya cukup sedikit. Selain itu orang tua siswa lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta yakni Madrasah Ibtidaiyah. Padahal pihak sekolah telah mencoba menarik siswa dengan berbagai ekstrakulikuler yang tidak ada disekolah lainnya.“Banyak yang memilih MI karena sebelumnya sekolah TK di MI tersebut, selain itu SD kami letaknya jauh di paling utara, jadi orang tua lebih memilih sekolah yang dekat rumah,” paparnya.

SDN Podorejo 03 Ngaliyan pada tahun ajaran ini menerima sebanyak 19 siswa dari kuota 26 siswa, ditambah 2 siswa tidak naik kelas. Sehingga total siswa kelas 1 sebanyak 21 anak.

Akibat adanya sistem zonasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sekolah hanya mampu menerima 15 siswa yang lulus seleksi data dari pihak dinas, sisanya pendaftaran offline.

Selain sistem zonasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, SDN  Podorejo 03 yang lokasinya relatif jauh juga menjadi pertimbangan bagi orangtua siswa untuk lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan rumah.

“Wilayah Podorejo ini sangat luas, juga terdapat 4 SD. Sehingga orangtua siswa memilih sekolah yang lokasinya lebih dekat,” kata Siswanto, ketua panitia penerimaan peserta didik baru.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengaku sedang menyoroti beberapa sekolah SD yang kekurangan siswa, dengan mempertimbangkan penggabungan sekolah atau merger.  “Sekolah yang kekurangan siswa ini karena  faktor geografis dan demografisnya, bisa jadi memang tidak ada anak usia sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan jika kebijakan merger ataupun penggabungan sekolah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, harus melalui kajian yang mendalam dan komperhensif. Selain itu juga mempertimbangkan jarak rumah siswa dengan sekolah. “Melalui kajian ini bisa diketahui bagaimana kebutuhannya misalnya mempertimbangkan faktor kedekatan, disini Disdik harus lebih selektif dalam pemberian izin pendirian sekolah baru,” tuturnya. (den/mg15/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Asyiknya Belajar Bahasa Inggris dengan Missing Lyrics

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN Bahasa Inggris masih menemui kendala khususnya bagi peserta didik di sekolah. Input peserta didik yang masih di bawah rata-rata serta rendahnya...

Foto di Jembatan Gantung, Unggah ke Medsos

WONOSOBO—Ada objek wisata baru di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah. Akhir-akhir ini, puluhan wisatawan lokal tiap hari datang ke Desa Slukatan untuk bisa berfoto di...

UMKM Dukung Cak Imin Maju Cawapres

DEMAK - Kalangan Netizen dari unsur pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendukung Ketua Umum  DPP PKB, HA Muhaimin Iskandar atau Cak Imin...

Habiskan Rp 939 M untuk Gaji Pegawai

MUNGKID— Postur APBD 2017 dinilai masih belum ideal. Pasalnya, jumlah belanja langsung ke masyarakat lebih sedikit dibandingkan belanja tidak langsung termasuk gaji dan honor...

Andalkan Potensi Kota Lama

SEMARANG – Besarnya potensi kawasan Kota Lama dalam mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara dijadikan peluang bisnis pihak manajemen Aston mendirikan hotel dan convention...

Beberapa Titik Masih Minim Penerangan

UNGARAN – Beberapa titik ruas jalan tol Bawen-Salatiga masih minim penerangan. Seperti halnya di simpang susun Bawen serta titik lain yang berdekatan dengan gerbang...