33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Pemprov Reorientasi Investasi di Jateng

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Investasi pada industri pengolahan bahan baku lokal dinilai perlu lebih digeliatkan lagi. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kandungan lokal pada produk-produk ekspor Jateng.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jateng, Djarwanto mengatakan bahwa ekspor non migas Jawa Tengah memiliki tren pertumbuhan yang positif. Sayangnya, masih dibayangi oleh nilai impor yang besar.

“Sebanyak 82 persen impor Jateng merupakan bahan baku dan bahan penolong. Itu tidak buruk, karena yang diimpor bukan bahan-bahan konsumsi. Namun demikian, akan lebih baik bila barang ekspor bahan bakunya juga sebagian besar berasal dari Jateng,”ujarnya, kemarin.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan mereorientasi kembali investasi yang masuk ke Jateng. Selama ini, sebagian besar adalah investasi pada industri padat karya. Sehingga produk yang masuk lebih ke bahan baku dan barang modal.

“Kammi akan coba mereorientasi agar investor yang masuk, mengolah bahan-bahan yang kita punya. Seperti produk-produk pertanian, garam, perkebunan dan perikanan. Kami bangun juga kawasan-kawasan industri yang mendukung untuk industri-industri tersebut,” ujarnya.

Dengan memperkuat produksi dari bahan-bahan yang dimiliki, maka kandungan lokal akan barang-barang ekspor akan lebih besar. Sehingga industri lokal pun tidak tergantung pada negara-negara pengimpor.

Namun demikian, industri-industri padat karya juga akan tetap diterima dan dilanjutkan. Hal tersebut mengingat, masih banyaknya jumlah pengangguran yang perlu diserap oleh industri-industi padat karya. “Pengangguran kita masih ada sekitar 800 ribuan. Karena itu, harus disalurkan. Salah satunya pada industri padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya. (dna/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...