JUARA : Dua tim robotik dari Prodi Teknik Elektro dan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Unissula Semarang menjadi juara nasional di ajang KRI 2018 di UMY sejak 10 Juli sampai 13 Juli 2018. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA : Dua tim robotik dari Prodi Teknik Elektro dan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Unissula Semarang menjadi juara nasional di ajang KRI 2018 di UMY sejak 10 Juli sampai 13 Juli 2018. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dua tim robotik dari Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, menjadi juara nasional di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018.

Kedua tim tersebut bernama D’aveccena 2.8 dan URT Rosso yang bersaing dengan tim robotik perguruan tinggi dari berbagai daerah di Tanah Air, yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sejak 10 Juli sampai 13 Juli 2018.

Tim D’aveccena 2.8  bertanding di Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dengan anggota Indrajit Pratama, Aji Prayitno, dan Ari Setiawan, serta Eka Nuryanto Budisusila ST MT sebagai pembimbing.

Sedangkan tim URT Rosso bertanding pada divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) yang terdiri atas Junido Ardalli, Daniyah, Eka Kulana Pambudi, Susilo, La Ode Muhamad Idris, Arinan Najah Putra, serta Danang Hendrawan, dengan pembimbing Bustanul Arifin ST MT.

Kedua tim robotik Unissula tersebut sebelumnya lolos ke tingkat nasional setelah menjuarai dan ditetapkan sebagai wakil resmi region III yang terdiri atas Jateng, DIJ dan Kalimantan, di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) beberapa waktu lalu.

Sementara itu di ajang KRI tingkat nasional di UMY, kedua tim robotik ini mempersembahkan penghargaan tertinggi, seperti yang pernah ditorehkan oleh tim robotik Unissula sebelumnya.

Pembimbing tim roboti Eka Nuryanto mengaku sejak menjadi juara di KRI region III, tim robotik KRPAI dan KRSBI telah mempersiapkan diri dalam menghadapi kontes robotik level nasional. Bahkan mulai dari pembenahan mekanik, sistem dan komponen elektronik, program perangkat lunak, hingga strategi dalam berlaga. “Jadi persiapan ini berdasarkan evaluasi pada kontes regional serta inovasi pengembangan teknologi,” ujarnya.

Dan tim robotik ini, tambahnya, telah melakukan persiapan fisik dan psikologis personel tim. Termasuk berusaha memohon dukungan dan doa dari anak yatim dan para pengasuhnya. Selain itu, secara periodik dilakukan koordinasi seluruh tim dan pembimbing, untuk menyamakan persepsi dan membangun kekompakan tim, yang terdiri atas tim inti, tim mekanik serta tim pendukung yang saling bahu membahu.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati mengatakan bangga dengan prestasi yang telah diukir oleh mahasiswanya dari tim Unissula Robotic Team (URT) Robot Soccer (Roso) dalam ajang KRI 2018.

Selain itu, imbuhnya, sudah ada dua mahasiswa yang diundang ke SMA-SMA untuk mengajarkan robotik sehingga banyak sekolah dan universitas lain datang untuk belajar membuat robot di kampus Unissula. “Anak-anak ini banyak diundang ke SMA-SMA di Kota Semarang untuk mengajari bagaimana membuat robot,” paparnya. (hid/ida)