Sistem Zonasi Harus Diimbangi Pemerataan Fasilitas

264

Sekolah-sekolah pinggiran tidak disentuh, sehingga sangat wajar ketika orang tua dan anak mengidolakan sekolah di satuan pendidikan yang baik fasilitasnya.

Tukiman Taruno
Pemerhati Pendidikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Kota Semarang mengimbau Pemerintah Kota Semarang untuk memenuhi fasilitas di seluruh sekolah negeri. Hal ini menyusul dengan penetapan sistem zonasi sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan, sehingga nantinya anak pandai tidak menumpuk pada satu satuan pendidikan namun tersebar dan tidak ada lagi sekolah favorit.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiono usai diskusi bertajuk Sekolah Untuk Rakyat. Diskusi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin dan Pemerhati Pendidikan Tukiman Taruna. Menurutnya, satuan pendidikan di Kota Semarang harus memiliki fasilitas yang sama dan merata.

“Karena untuk pendidikan ini tidak hanya terpusat di salah satu sekolah saja. Kalau terpusat itu juga nanti yang lain akan ketinggalan,” ungkap Wiwin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/7).

Legislator dari Fraksi Demokrat ini menegaskan, Dinas Pendidikan harus memperhatikan fasilitas di sekolah-sekolah. Dalam artian, sekolah yang sebelumnya disebut sebagai sekolah pinggiran harus diperbaiki dan dikembangkan sehingga tidak lagi ada keistimewaan yang terpusat pada satu sekolah saja.

Meski demikian, Wiwin juga mengimbau kepada orang tua dan peserta didik untuk berhenti menganggap anaknya tidak bisa sekolah di satuan pendidikan favorit. Melainkan bersama-sama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Semarang. Sebab, penerapan sistem zonasi juga akan berpengaruh pada banyak aspek. Salah satunya adalah mengatasi kemacetan.

“Memang ini keluhan-keluhan dari orang tua maupun peserta didik, mestinya anaknya bisa masuk ke sekolah favorit, sekarang harus di pinggiran. Tetapi perlu diketahui kalau sudah tidak ada lagi sekolah favorit. Kita berharap, seluruh SMP di kota ini harus disamakan fasilitasnya,” tegasnya.

Pemerhati Pendidikan Tukiman Taruno mengamini hal tersebut. Bahkan, Taruno menilai bahwa pemerintah cenderung kurang adil untuk mengatasi masalah pemerataan fasilitas sekolah. Kebijakan pemerintah saat ini cenderung memperbaiki yang sudah baik tetapi meninggalkan yang belum baik.”Sekolah-sekolah pinggiran tidak disentuh, sehingga sangat wajar kemudian orang tua dan anak mengidolakan sekolah di satuan pendidikan yang baik fasilitasnya,” katanya.

Taruno yang juga anggota Dewan Pendidikan ini mengatakan model sekolah favorit, justru menjadi jebakan batman untuk pemerintah sendiri. Menurutnya, hal ini yang mengakibatkan timbulnya gengsi pada orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang dianggap tidak favorit.”Pemerintah harus memperhatikan betul. Ngapik-apik barang sing wis apikĀ itu kan gampang. Tetapi memperbaiki yang sedang maju itu memang banyak tantangan dan perlu kerja keras,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menjelaskan pihaknya akan memberikan fasilitas dan mendukung segtiap keperluan operasional pada seluruh satuan pendidikan di Kota Semarang. Namun demikian, Bunyamin mengklaim saat ini sekolah yang disebut pinggiran mulai berlomba-lomba dan menyaingi sekolah yang dianggap favorit.

“Bukti riilnya saat ini adalah banyak sekolah-sekolah pinggiran mulai berlomba-lomba untuk menjadi juara,” pungkasnya. (tsa/zal)