Penataan PKL Tunggu APBD Perubahan dan CSR

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Taman Indonesia Kaya masih menunggu anggaran perubahan 2018 maupun bantuan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan.

Rencananya seiring diresmikannya Taman Indonesia Kaya pada pertengahan Agustus mendatang, para PKL dilarang berjualan di sekitar taman dan akan dipindah di kawasan Jalan Pendanaran II. Hanya saja, shelter untuk berjualan belum siap.

“Pembangunan shelter baru akan dianggarkan paa APBD peruahan 2018. Di sisi lain kita masih berupaya mencarikan pendanaan CSR untuk pembuatan shelter pedagang,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin. Rencananya, shelter akan berada di sepanjang Jalan Pandanaran II.

Fajar mengungkapkan, selama ini taman tersebut terkenal dengan pedagang tahu gimbal dan jagung bakar. Menurut data, jumlah pedagang di sekitar kawasan Taman Indonesia Kaya ada 46 orang dan 28 pedagang jagung bakar. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan merekap ulang guna memudahkan penataan pedang.

Untuk sementara pedagang yang  berjualan menggunakan tenda bongkar pasang masih diperkenankan untuk berdagang di area sekitar taman. “Bantuan tenda telah diberikan kepada para pedagang yang saat ini sudah tidak lagi menempati shelter,” ungkap Fajar.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, keberadaan pedagang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama yang harus diselesaikan. Para pedagang di sekitar taman diminta untuk tidak khawatir karena tetap akan diperhatikan keberadaannya.

Selain menata PKL, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, pemkot akan menata parkir di kawasan tersebut agar tidak menghambat arus lalu lintas.

“Untuk mewadahi masyarakat yang hendak berkunjung dan bermain di sekitar taman, parkir juga akan ditata. Apalagi kawasan sekitar merupakan jalan satu arah, jadi ruas jalan sedikit lebih lebar,” pungkasnya. (tsa/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -