33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

19 Komunitas Bersinergi Tangani Banjir dan Rob

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Persoalan rob di Pekalongan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Tak terkecuali 19 komunitas dari berbagai kota yang ikut andil memikirkan penanganan rob yang selama ini masih terjadi di Pekalongan.

Sebanyak 19 komunitas, Senin (16/7) kemarin, berkumpul di aula Museum Batik Kota Pekalongan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan rob. Para komunitas tersebut akan memberikan masukan dan saran kepada Pemkab dan Pemkot Pekalongan.

Perwakilan Komunitas Fotografi Indonesia Wilayah Pekalongan, Arie Dacosta, mengungkapkan bahwa rob terjadi di Kota Pekalongan sejak tahun 2003. Tercatat kurang lebih sembilan kelurahan yang tergenang. Persoalan rob ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah.

”Rob sudah benar-benar menjadi ancaman bagi Pekalongan. Penanganan rob butuh keterlibatan semua elemen, bukan hanya pemerintah saja, komunitas sebagai bagian dari elemen masyarakat harus ikut berkontribusi dalam penanganan rob,” kata Arie.

Peneliti Tata Kelola Kemitraan, Leny Hidayat, menjelaskan bahwa  selama ini banjir rob hanya dilihat sebagai persoalan tergenangnya wilayah permukiman saja, yang dapat surut dan mampu diselesaikan oleh pemerintah saja.

Menurutnya rob tidak hanya persoalan genangan air, tetapi juga berdampak pada sektor-sektor lainnya. Kemitraan mencatat ada tujuh sektor terdampak rob, yakni sektor kesehatan seperti gangguan pernafasan, penyakit kaki gajah dan gangguan kejiwaan. Selain itu di sektor pendidikan ada sekolah rusak, anak menolak ke sekolah, serta berdampak pada sisi ekonomi warga.

“Dampak rob juga membuat ribuan warga kehilangan mata pencaharian, pertanian dan perkebunan rusak. Ada juga persoalan air bersih, sanitasi, toilet rusak, sumber mata air terkontaminasi. Belum lagi persoalan gender seperti kesehatan reproduksi memburuk, serta dampak polusi industri batik,” ujar Leny.

“Karena itu, butuh sinergi dari dari semua elemen. Tidak hanya mengatasi airnya saja, tetapi juga dampak lainnya, termasuk meningkatnya angka kemiskinan di Kota Pekalongan,” tandasnya. (thd/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMA 2 Ungaran Juara Futsal

SALATIGA - Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar kompetisi futsal untuk pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah...

Tiroid Bisa Picu Kanker Ganas

MAGELANG – Masyarakat yang tinggal di wilayah Kedu, patut waspada terhadap penyakit Tiroid. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini menjadi...

Meminta Maaf Kepada Orang Yang Telah Meninggal

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh Yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takdzimkan. Saya ingin...

Pejabat Baru Diminta Bergerak Cepat

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sebanyak 30 pejabat baru dilantik oleh Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz. Terdiri dari 8 pejabat Administrator, 14 pejabat Pengawas dan...

Sudirman Minta Pasar Tradisional Harus Diperkuat

RADARSEMARANG.COM, TEGAL - Calon gubernur nomor urut 2 Sudirman Said berjanji mengembangkan dan memperkuat keberadaan pasar tradisional di Jateng. Hal itu dilakukan sebagai upaya...

Minim, Perusahaan Bersertifikat Halal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jumlah pengusaha pangan, obat-obatan dan kosmetik yang sudah memiliki sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM...