32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Penataan PKL Tunggu APBD Perubahan dan CSR

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Taman Indonesia Kaya masih menunggu anggaran perubahan 2018 maupun bantuan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan.

Rencananya seiring diresmikannya Taman Indonesia Kaya pada pertengahan Agustus mendatang, para PKL dilarang berjualan di sekitar taman dan akan dipindah di kawasan Jalan Pendanaran II. Hanya saja, shelter untuk berjualan belum siap.

“Pembangunan shelter baru akan dianggarkan paa APBD peruahan 2018. Di sisi lain kita masih berupaya mencarikan pendanaan CSR untuk pembuatan shelter pedagang,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin. Rencananya, shelter akan berada di sepanjang Jalan Pandanaran II.

Fajar mengungkapkan, selama ini taman tersebut terkenal dengan pedagang tahu gimbal dan jagung bakar. Menurut data, jumlah pedagang di sekitar kawasan Taman Indonesia Kaya ada 46 orang dan 28 pedagang jagung bakar. Dari jumlah tersebut, pihaknya akan merekap ulang guna memudahkan penataan pedang.

Untuk sementara pedagang yang  berjualan menggunakan tenda bongkar pasang masih diperkenankan untuk berdagang di area sekitar taman. “Bantuan tenda telah diberikan kepada para pedagang yang saat ini sudah tidak lagi menempati shelter,” ungkap Fajar.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan, keberadaan pedagang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama yang harus diselesaikan. Para pedagang di sekitar taman diminta untuk tidak khawatir karena tetap akan diperhatikan keberadaannya.

Selain menata PKL, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, pemkot akan menata parkir di kawasan tersebut agar tidak menghambat arus lalu lintas.

“Untuk mewadahi masyarakat yang hendak berkunjung dan bermain di sekitar taman, parkir juga akan ditata. Apalagi kawasan sekitar merupakan jalan satu arah, jadi ruas jalan sedikit lebih lebar,” pungkasnya. (tsa/zal)

Latest news

Related news