30 C
Semarang
Rabu, 21 April 2021

Tim Pendamping Harus Optimal Berikan Pelayanan

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sedikitnya 16 orang yang mendampingi calon jamaah haji diminta memberi layanan optimal pada jamaah haji. Tidak meninggalkan jamaah di waktu-waktu penting menjalani rangkaian ibadah wajib di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, ketika menemui tim pendamping haji di ruang kerja Bupati Wonosobo, Senin, (16/7). Para petugas haji tersebut terdiri dari Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesias (TPIHI), maupun Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Wonosobo.

Menurut Eko, banyak hal yang perlu diawasi, termasuk ancaman virus penyakit seperti MERS. Karena itu petugas kesehatan diminta tidak lepas pengawasan terhadap jamaah, juga terkait apa saja makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi jamaah.

Mengingat tidak ringannya tugas pendampingan ini, bupati berharap agar setiap anggota tim menyiapkan fisik secara serius. Tugas mendampingi haji harus dipahami sebagai amanah yang wajib ditunaikan secara sempurna.

“Jangan dianggap sebagai sarana untuk berhaji gratis. Karena menyangkut kepentingan tamu Allah,” tandasnya.

Menurut Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Totok Jumantoro, tahun 2018 ini, pihaknya menugaskan 16 orang untuk mendampingi 784 jamaah haji. Calon jamaah haji terbagi dalam 4 kloter. Yakni kloter 31 bareng dengan Temanggung, kloter 32 dan 33 asal Wonosobo serta kloter 34 bareng dengan Magelang. Totok mengakui telah ada prosedur tetap yang harus diikuti para petugas haji, termasuk bagaimana upaya mereka menjaga kesehatan diri. (ali/lis)

spot_img

Latest news

Related news