Windows Shopping Menjawab Tuntutan Kompetensi Belajar Abad 21

spot_img

RADARSEMARANG.COM – PARADIGMA belajar berkembang secara drastis agar inline dengan tuntutan dunia pendidikan. Hal ini penting untuk menjawab persoalan after learning process. Dunia kerja abad 21 menuntut personal kompetensi abad 21 yakni 4C (communicative, colaboration, critical-thinking, dan creativity) agar siap menjawab persaingan global. Permasalahan pelik yang muncul, bagaimana mewujudkan 4C ke dalam learning process. Perwujudan 4 kompetensi tersebut menjadi tuntutan utama bagi semua guru dalam kegiatan pembelajaran yang tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik siswa di dalam kelas masing masing.

Ragam pendekatan perlu ditawarkan sebagai solusi tuntutan kompetensi abad 21 dalam kelas. Seiring dengan digulirkan Kurikulum 2013 (K-13) dan berlangsung tanpa adanya pergantian label- nama kurikulum, terus berlaku revisi demi penyesuaian dengan tuntutan masa kini. Pendekatan 5M tersaji seakan sebagai solusi tunggal yang mampu menjawab tantangan dalam proses pembelajaran. Tentu semua guru wajib menguasai dari konsep, serta urutan sintaks pembelajaran ini. Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengelaborasi, dan mengomunikasikan pada awalnya musti disajikan secara runtut sesuai dengan apa yang tertulis dalam Rencana Pembelajaran (RPP). Pemerintah secara masif melatih dan mengangkat instruktur guna sosialisasi pendekatan ini, sehingga terlaksana secara riil dalam praktik pembelajaran.

Seiring dengan berbagai masukan bahkan protes dari pelbagai pihak, utamanya para guru yang melaksanakan di dalam kelas, pendekatan 5M ini melemah dari pandangan begitu rigidnya untuk dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas, khususnya untuk mata pelajaran non IPA. Saat ini, hasil revisi pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan 5M bisa diterapkan oleh guru secara tidak urut. Bahkan secara ekstrim akhirnya pendekatan ini bukan satu- satunya pendekatan yang harus dilaksanakan di dalam kelas. Guru lagi-lagi mendapat kebebasan mengekspresikan pendekatan, model, maupun strategi pembelajaran yang dianggap mampu menerapkan secara riil kompetensi 4C abad 21.

Baca juga:   Menciptakan Suasana Kelas yang Nyaman

Windows shopping solusi aplikatif yang sangat mudah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan pembelajaran mata pelajaran lainnya. Pendekatan 5M bahkan masih bisa terelaborasi dalam kegiatan teknik pembelajaran windows shopping. Sebelum kegiatan inti pembelajaran dimulai, siswa terkondisikan secara berkelompok (kolaboratif) kemudian guru menyampaikan Kompetensi Dasar (KD) yang akan dibahas. Guru memberikan guidance singkat langkah- langkah apa yang harus dilakukan oleh tiap kelompok.

Kelompok siswa/Group-work mengeksplorasi dari berbagai sumber belajar yang terkait (boleh membuka handphone/ internet) maupun buku paket sekolah sebagai ragam sumber dan diwujudkan sebagi hasil kerja yang ditempel di dinding. Hasil kerja kelompok dijaga 2 orang yang menjadi nara sumber (penjawab pertanyaan) pada sesi menerima kunjungan dari kelompok lain.

Suasana kelas sangat dinamis terlihat adanya kegiatan saling kunjung antar kelompok. Pada sesi kunjungan ini terjadi interaksi tanya jawab (critical thingking/ penyampaian rasa ingin tahu/ bertanya)  serta dijawab oleh nara sumber sebagai problem solving). Poin kreativitas siswa terlihat pada hasil kerja yang ditempel yang bisa disertai gambar / grafis yang terkait dengan pokok bahasan tiap kelompok. Guru mengamati setiap kunjungan kelompok serta memberikan penilaian sesuai rubrik penilaian yang telah disusun dalam format penilaian dalaam RPP. Pada akhir sesi inti pembelajaran, setiap satu perwakilan kelompok menyampaikan  hasil kerjanya. Pada sesi penutup pembelajaran guru memberikan penguatan serta koreksi umum dari semua penampilan siswa.

Baca juga:   Belajar Tematik Menarik yang Bervariatif melalui PMM

Akhirnya, kompetensi 4C abad 21 dapat terwujud dalam seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran cukup dalam 2 X 45 menit (1 kali pertemuan). Siswa tidak selalu dalam posisi duduk. Mereka lebih dinamis, suasana kelas terlihat banyak senyum siswa diiringi kelucuan mereka yang saling memberikan penilaian terhadap hasil kerja kelompok lain dari sudut pandang keunikan maupun kelucuannya. Pembelajaran berpusat pada siswa. Berikan kebebasan tertawa, senyum dan bergerak yang tetap terkontrol sehingga kegiatan pembeelajaran berkesan dan menyenangkan bagi siswa dan guru. Selamat mencoba. (kpig1/aro)

Guru SMA Negeri 1 Gringsing Batang

Author

Populer

Lainnya