Kembalikan Kejayaan Koperasi

379
BERI APRESIASI : Buparti Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan penghargaan kepada koperasi yang berprestasi, di pendopo bupati. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI APRESIASI : Buparti Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan penghargaan kepada koperasi yang berprestasi, di pendopo bupati. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Jumlah koperasi di Kabupaten Pekalongan hampir mencapai 500an, namun usaha koperasi tersebut belum mampu menjadi penopang ekonomi  utama. Salah satu faktornya, masyarakat masing menganggap usaha koperasi adalah salah satu usaha kelas dua. Sehingga masyarakat masih meragukan usaha unit koperasi.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-71 di pendopo bupati, Sabtu (14/7).

Menurut bupati koperasi di Pekalongan dahulu berkembang karena batik. Mereka bersaing dengan daerah Solo, Jogja sampai Selat Malaka. Saat ini pemkab berupaya untuk membangkitkan kembali koperasi.

Bupati memerintahkan Kepala Dinperindagkop dan UKM, untuk mendinamisasi kembali gerakan koperasi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sebab Pekalongan mempunyai sejarah panjang koperasi yang dulu pernah mengalami masa kejayaan. “Nenek moyang kita dahulu jaya mengelola koperasi itu seperti apa, kita cari tahu cara-caranya, metodenya seperti apa, namun harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat modern sekarang ini,” kata bupati.

Bupati juga menjelaskan koperasi diharapkan menjadi salah satu daya dukung pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, saat ini intervensi intensif dari pemerintah belumlah kelihatan, karena saat ini pertumbuhan ekonomi secara nasional masih di angka 5. Untuk itu koperasi seharusnya berperan menjadi pemantik, salah satu faktor pertumbuhan ekonomi. “Karena target pertumbuhan ekonomi yang sudah kami patok adalah 6 sampai 6,2,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini, menyapaikan, untuk mendukung pertumbuhan koperasi, pemkab memberi penghargaan kepada koperasi-koperasi yang berprestasi. Antara lain kategori koperasi tercepat pelaksanaan RAT, diraih masing-masing oleh KPRI Tehnika Bhakti SMKN 1 Kedungwuni, KPRI Sami Makmur Kecamatan Petungkriyono dan KPRI Titi Jl. Raya Tanjung Tirto.

“Untuk kategori koperasi yang rutin dan tercepat laporan triwulan, masing-masing adalah Koperasi Wanita Tunas Bersama Bondansari Wiradesa, Koperasi Wanita Sakinah Perum Puri Kedungwuni dan KSPPS Baiturrahmah Bojongminggir,” bebernya. (thd/zal)