Jokowi Resmikan Tol Kartasura – Sragen

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KARTASURA – Pemerintah secara bertahap menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 1.150 Km. Jalan Tol dari Merak hingga Banyuwangi ini ditargetkan tersambung secara keseluruhan pada akhir 2019.  Salah satu ruas tol diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (15/7) kemarin, yakni ruas tol Kertasura – Sragen. Tol sepanjang 35 Km ini merupakan bagian dari Tol Solo-Ngawi sepanjang 90 Km.

Pada acara peresmian, Presiden Jokowi mengatakan, keberadaan tol ini akan memperlancar mobilitas barang dan orang, serta menurunkan biaya logistik. Ia menginginkan agar rest area jangan diisi oleh produk merek-merek asing.

“Saya minta di rest area justru menjual batik, soto, gudeg, telur asin dan wedang ronde. Ini harus kita mulai, jangan terdengar lagi suara masyarakat bahwa omzet telur asin anjlok (karena adanya tol),” tegas Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Turut hadir dalam acara peresmian ini, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama PT  Jasa Marga Desi Aryani, dan Direktur Utama PT Waskita Karya Ngurah Putra.

Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri BUMN dan Menteri PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk memfasilitasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mendapatkan kesempatan berjualan di rest area jalan tol.

“Saya tidak tahu bentuk kerja samanya akan seperti apa, tapi bagi saya harus. Jangan sampai ada yang merasa ditinggal dengan adanya pembangunan ini. Pembangunan memang harus dilaksanakan karena kita harus memperkuat daya saing kita, kalau tidak kita akan ditinggal negara lain,” jelas Presiden Jokowi yang telah mencoba ruas Tol Kartasura – Sragen pada Sabtu malamnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengatakan, ruas tol Kartasura-Sragen yang diresmikan hari ini (Kemarin, Red) adalah segmen Kartasura – Karanganyar (20,9 Km) yang dibangun oleh pemerintah dan segmen Karanganyar – Sragen (14,3 Km) yang  konstruksinya oleh PT  Solo Ngawi Jaya (PT  SNJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Dijelaskan olehnya, total besaran dukungan pemerintah hingga saat ini adalah Rp 2,57 triliun, sedangkan investasi BUJT sebesar Rp 11,34 triliun.

“PT. SNJ saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Segmen Sragen – Simpang Susun Ngawi (54,9 Km) yang direncanakan beroperasi September 2018 ,” kata Menteri Basuki yang hadir didampingi Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Fasilitasi Jalan Daerah Sugiyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Sekretaris BPJT Darda Daraba, Kepala BBPJN VII Herry Marjuki, serta Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Mengenai besaran tarif tol Kartasura-Sragen, Menteri Basuki mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah melakukan rasionalisasi tarif ruas tol menjadi Rp 1.000 per Km atau lebih rendah dari tarif per km yang direncanakan sebelumnya. Tol ini sudah menggunakan formula tarif Rp. 1000/km dan penyederhanaan golongan kendaraan menjadi 3 golongan : Golongan 1, 2 dan 3. “Dengan demikian ruas tol ini diharapkan menjadi lebih atraktif bagi angkutan logistik,” ujarnya.

Ditambahkan olehnya, terkoneksinya Pulau Jawa oleh Tol Trans Jawa ini akan membuka peluang tumbuhnya sektor-sektor ekonomi produktif, seperti sektor industri, pariwisata seperti wisata budaya keraton, kuliner, dan wisata alam, serta sektor jasa perkotaan. “Agar dampak pembangunan tol optimal bagi pengembangan ekonomi lokal, maka kreatifitas pemerintah daerah bersama komunitas dan masyarakat sangat diperlukan,” katanya.

Untuk diketahui, sejak 2015 sampai dengan Juli 2018, tambahan panjang tol yang telah dioperasikan adalah 443 km, dengan rincian pada akhir 2015 (132 Km), 2016 (44 Km), 2017 (156 Km) dan hingga 15 Juli 2018 (110 Km).

Pada akhir 2018, ditargetkan ada tambahan panjang ruas tol Trans Jawa yang beroperasi yakni sebanyak 7 ruas sepanjang 403 km. Tujuh ruas tol tersebut, yakni Pejagan – Pemalang Seksi 3 dan 4, Pemalang – Batang, Batang – Semarang, Salatiga – Kartasura/Solo, Sragen – Ngawi, Wilangan – Kertosono dan Pasuruan-Grati. (sga/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -