33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Jembatan Tak Layak Tetap Jadi Akses Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jembatan penghubung antara Jalan Berok dan Pasar Johar, kondisinya telah rusak parah dan tidak layak dilewati. Namun masih banyak warga yang mengakses jembatan tersebut. Kondisi tersebut sangat berbahaya mengingat banyak landasan jembatan yang telah hilang dan besi patah.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, kondisi jembatan memang tidak dalam kategori aman untuk dilewati. Sebab, besi gelagar jembatan ada yang patah. Kayu sebagai bantalan jembatan juga banyak yang hilang. Belum lagi kemiringan jembatan yang cukup ekstrem. Rupanya kondisi tersebut tak membuat sebagian pengguna jembatan takut. Sesaat berada di kawasan jembatan, beberapa orang mengakses jembatan tersebut. Mereka pun harus ekstra hati-hati. Ketika melewati konstruksi yang miring, mereka berpegangan besi dan memilih pijakan yang dianggap kuat.

Sejumlah warga dan pedagang Pasar Johar terpaksa tetap menggunakan jembatan tersebut karena merupakan akses tercepat bagi pejalan kaki yang ingin menuju Jalan Berok maupun Pasar Johar.

“Kalau tidak salah tahun 2014 Pemkot Semarang punya program pembersihan Sungai Berok, saat program itu dilaksanakan sebanyak 13 paku bumi dicabut dan mengakibatkan konstruksi Jalan Berok amblas, hal itu membuat konstruksi jembatan ikut roboh,” kata salah seorang pedagang Pasar Johar, Burhanudin, Minggu (15/7).

Sudah beberapa kali terdapat petugas Pemkot Semarang yang datang untuk meninjau kondisi jembatan tersebut, namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki.

Seorang warga Kelurahan Kauman, Supriyanto mengatakan, sudah banyak warga dan pedagang tercebur ke dalam Sungai Berok, namun hal itu tidak membuat mereka jera. Warga berharap ada penanganan lebih lanjut terhadapan jembatan tersebut. “Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani, jembatan tersebut bisa rubuh dan berisiko memakan korban,” ujarnya.  (cr2/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank dan Rumah Warga Dilumat Api

JOGJA- Si jago merah, Jumat (3/11) kemarin, pukul 09.30, melahap sebagian bangunan Bank BTPN di Bintaran Tengah No 15 Mergangsan, Kota Yogyakarta. Dugaan sementara,...

Lima Jabatan Kosong, Siapkan Lelang Terbuka

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin akan melakukan lelang terbuka untuk mengisi kekosongan lima jabatan eselon II. Diantaranya Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan,...

Dewan Tuding Lelang Proyek Terkondisi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang terus menyoroti pembangunan di wilayahnya yang hingga kini belum terealisasi. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengungkapkan...

Gaet Anak Muda Hingga Pebisnis

SEMARANG – Bersantai sore hari sembari memperbincangkan berbagai topik sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hal ini ditangkap oleh Hotel Crowne Plaza...

50 Ribu Relawan Bentuk Dulur Ganjar

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sejumlah massa yang mewakili 35 kabupaten/kota membentuk Relawan Dulur Ganjar. Mereka berkumpul di Gedung Sasana Adipura, Wonosobo, Selasa (28/3) untuk pengukuhan....

Ajak Masyarakat Gemar Olahraga

PEKALONGAN – Ada yang berbeda di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Hotel Sahid Mandarin Pekalongan. Bekerja sama dengan Dinas Kepemudaaan Olahraga dan Pariwisata...