33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Dukung 2019 Bebas Pasung

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Pemasungan, apapun alasannya, merupakan tindakan merampas kebebasan dan hak asasi seseorang termasuk hak untuk medapatkan pelayanan kesehatan. Data epidemiologi dan laporan kasus pasung menyebutkan, gangguan jiwa berat atau psikotik dialami oleh 400.000 penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut lebih dari 57.000 orang mengatakan pernah dipasung.

Tindakan pemasungan tidak hanya berimbas pada pihak yang dipasung tetapi juga pada keluarga, antara lain terbatas dalam aktivitas keluar rumah, rasa bersalah serta iba yang berkepanjangan. Untuk mengatasinya, tindakan yang paling tepat dilakukan adalah terapi Keputusan Perawatan Tanpa Pasung (KPTP) dengan melibatkan pihak keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Novi HC Daulima SKp MSc, akademisi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia yang concern melakukan penelitian secara intens tentang pasung, saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Keperawatan Manajemen Kegawatdaruratan Psikiatri dalam Penanganan Kasus Pasung guna Mendukung Program Indonesia Bebas Pasung 2019 yang diadakan oleh Prodi Profesi Ners Fikes UM Magelang, Sabtu (14/7).

Selain Novy, ada tiga pembicara lain dalam seminar yang diadakan di Hotel Safira Magelang dan diikuti oleh ratusan peserta baik internal maupun eksternal UM Magelang tersebut. Ketiganya yakni Ns Abdul Jalil MKep Ps KepJ yang merupakan praktisi keperawatan jiwa di RSJ Magelang, Sri Ratnani Khasanah AmMdKep, perawat yang menangani pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta Ns Sambodo Sriadi Pinilih MKep, akademisi Fikes UM Magelang.

Dalam acara yang dibuka oleh Rektor UM Magelang itu, Dekan Fikes UM Magelang Puguh Widiyanto MKep menyampaikan, seminar tersebut merupakan salah satu perwujudan visi Fikes UM Magelang yang memiliki keunggulan di bidang kegawatdaruratan di area manapun, termasuk di antaranya kesehatan jiwa. Puguh menyampaikan, dari hasil riset terdapat dua daerah istimewa di Indonesia dengan gangguan jiwa tertinggi, yakni Daerah Istimewa Aceh serta Daerah Istimewa Yogyakarta. “Konflik di bidang keamanan yang berkepanjangan menimbulkan tingginya gangguan jiwa pada masyarakat Aceh. Adapun masalah kultur orang Jawa yang cenderung memendam masalah menjadi salah satu pemicu tingginya gangguan jiwa di DIY,” papar Puguh. (vie/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Segera Gelar Kaderisasi

DEMAK- Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah telah melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mranggen periode 2017-2019 di Kantor...

Siswa Dihukum Nuntun Motor sejauh 3 Km

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan siswa SMA/SMK yang tengah menggelar konvoi sepeda motor untuk merayakan kelulusan terjaring razia petugas gabungan di kawasan Simpang Lima, Semarang,...

Bertemunya Umat Lintas Agama

RADARSEMARANG.COM - Klenteng Hok Tek Tong di Parakan, Temanggung, tak melulu hanya jadi tempat ibadah. Tapi juga bisa untuk tempat kegiatan sosial, bertemunya umat...

Parah, Kebocoran PAD Parkir, Omzet Rp 500 Ribu, Cuma Setor Retribusi Rp 20 Ribu

SEMARANG - Semrawutnya pengelolaan parkir di Kota Semarang selama ini tak terlepas dari ”cengkeraman” mafia swasta yang menguasai lahan parkir sejak dulu. Bahkan Pemkot...

Ajang Sampaikan Program

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Desa Karangtejo Kecamatan Kedu, Temanggung selama bulan Ramadan 1439 Hijriah tahun 2018 menggelar safari Ramadan dengan melaksanakan salat tarawih berkeliling...

Apakah Trigonometri Digunakan Pada Tata Boga?

RADARSEMARANG.COM - APA hubungan antara trigonometri dan ilmu tata boga? Lantas, kenapa pada kurikulum SMK program keahlian tata boga dalam mata pelajaran Matematika, terdapat...