33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Belajar Aljabar Menyenangkan dengan “Market Aproach”

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – MATA pelajaran matematika sering menjadi momok menakutkan bagi setiap siswa. Karena itu, harus ada cara yang menyenangkan agar materinya mudah dipahami.  Misalnya, pada operasi  penjumlahan dan pengurangan suku sejenis, masih banyak siswa yang kesulitan memahami penggunaan variabel-variabel yang ada pada soal meskipun sudah dijelaskan beberapa kali.  Siswa mengalami kebingungan memahami koefisien, variabel, dan konstanta, apalagi pada saat harus melakukan operasi penjumlahan dan pengurangannya menggunakan variabel yang berbeda. Sehingga memunculkan keinginan penulis untuk menjelaskan materi tersebut dengan cara lain, yakni  dengan pengalaman  belajar yang menyenangkan, berkesan, mudah dipahami oleh siswa dan nantinya pengalaman tersebut akan membantu siswa untuk bisa  melakukan operasi pemjumlahan dan pengurangan suku sejenis

Menurut Arif  Sadiman, dkk (2009) untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari guru kepada siswanya, biasanya guru menggunakan alat bantu mengajar (teaching aids) berupa gambar, model, atau alat-alat lain yang dapat memberikan penglaman konkrit, motivasi belajar, sereta mempertinggi daya serap dan retensi belajar. Adapun menurut Wyatt $ Looper(1999) disampaikan bahwa melakukan simulasi dan mengerjakan hal yang nyata itu mampu diingat 90 persen oleh memori otak kita.

Berdasarkan hal tersebut, maka cara yang penulis gunakan adalah dengan memberikan pengalaman konkrit melalui pendekatan pengalaman belajar langsung ke pasar modern dan pasar tradisional yang penulis namakan dengan konsep  market aproach.   Adapun  yang dikunjungi adalah Indomaret yang lokasinya dekat dengan madrasah dan pasar tradisional.  Konsep market aproach menggunakan  pendekatan penataan tata letak barang-barang  pada market (pasar)  yang kita analogkan dengan suku sejenis dan tidak sejenis.

Pertama, di pasar tradisional, siswa melakukan  pengamatan pasar, pengambilan gambar, mencacat jenis barang  dijual dan menghitung jumlah jenis barang  tersebut. Siswa juga menuliskan kesulitan atau kendala yang mereka alami saat melakukan kegiatannya.  Siswa tampak antusias dan semangat meskipun saling berlarian kesana kemari karena letak barang  yang sejenis tidak pada lokasi yang sama, sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Kedua, pada saat di Indomaret, mereka   mengamati tata letak penempatan, mengambil gambar dan mencatat barang yang dijual disesuaikan dengan jenisnya.  Sehingga memudahkan siswa untuk mencari dan menghitung jumlahnya, dari mulai sikat gigi, sabun, alat kosmetik dan lain-lain, semua barang-barang tersebut dianalogkan dengan variabel x, y, z, dan seterusnya.

Berdasarkan hasil pengamatan di kedua pasar tersebut, hasilnya didiskusikan di dalam ruang kelas dan diterapkan dalam penjumlah suku-suku aljabar, di mana suku-suku aljabar yang sejenis dikelompokkan jadi satu agar memudahkan dalam penjumlahan maupun pengurangannya.

Para siswa perkelompok menyampaikan pengalaman belajar mereka dalam mencari dan menghitung barang-barang yang ada di Indomaret dan pasar tradisional.  Mereka mampu menyimpulkan bahwa dalam menghitung  jenis barang yang sama akan jauh lebih mudah manakala barang-barang tersebut berada pada lokasi yang sama. Dari kesimpulan  tersebut  dibawa untuk mengerjakan soal-soal penjumlahan dan pengurangan aljabar, dan siswa langsung bisa memahami dan merespon dengan mengumpulkan variabel yang sama pada satu tempat, sehingga memudahkan mereka dalam penyelesaiannya.

Dari pengalaman belajar market aproach dengan pengalaman konkrit  sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi aljabar penjumlahan dan pengurangan suku sejenis. (kpig1/aro)

Guru Matematika MTs Darul Hikmah Subah

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...