Jembatan Tak Layak Tetap Jadi Akses Warga

  • Bagikan
MELAWAN BAHAYA: Seorang warga nekat menyebrangi jembatan yang sudah rusak, Minggu (15/7). Jembatan tersebut menguhubungkan akses dari Jalan Berok menuju Pasar Johar. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAWAN BAHAYA: Seorang warga nekat menyebrangi jembatan yang sudah rusak, Minggu (15/7). Jembatan tersebut menguhubungkan akses dari Jalan Berok menuju Pasar Johar. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jembatan penghubung antara Jalan Berok dan Pasar Johar, kondisinya telah rusak parah dan tidak layak dilewati. Namun masih banyak warga yang mengakses jembatan tersebut. Kondisi tersebut sangat berbahaya mengingat banyak landasan jembatan yang telah hilang dan besi patah.

Pantauan Radar Semarang di lapangan, kondisi jembatan memang tidak dalam kategori aman untuk dilewati. Sebab, besi gelagar jembatan ada yang patah. Kayu sebagai bantalan jembatan juga banyak yang hilang. Belum lagi kemiringan jembatan yang cukup ekstrem. Rupanya kondisi tersebut tak membuat sebagian pengguna jembatan takut. Sesaat berada di kawasan jembatan, beberapa orang mengakses jembatan tersebut. Mereka pun harus ekstra hati-hati. Ketika melewati konstruksi yang miring, mereka berpegangan besi dan memilih pijakan yang dianggap kuat.

Sejumlah warga dan pedagang Pasar Johar terpaksa tetap menggunakan jembatan tersebut karena merupakan akses tercepat bagi pejalan kaki yang ingin menuju Jalan Berok maupun Pasar Johar.

“Kalau tidak salah tahun 2014 Pemkot Semarang punya program pembersihan Sungai Berok, saat program itu dilaksanakan sebanyak 13 paku bumi dicabut dan mengakibatkan konstruksi Jalan Berok amblas, hal itu membuat konstruksi jembatan ikut roboh,” kata salah seorang pedagang Pasar Johar, Burhanudin, Minggu (15/7).

Sudah beberapa kali terdapat petugas Pemkot Semarang yang datang untuk meninjau kondisi jembatan tersebut, namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki.

Seorang warga Kelurahan Kauman, Supriyanto mengatakan, sudah banyak warga dan pedagang tercebur ke dalam Sungai Berok, namun hal itu tidak membuat mereka jera. Warga berharap ada penanganan lebih lanjut terhadapan jembatan tersebut. “Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani, jembatan tersebut bisa rubuh dan berisiko memakan korban,” ujarnya.  (cr2/zal)

  • Bagikan