Tantangan Sekolah dalam Pengembangan PPK

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah dimilikinya jiwa nasionalis pada peserta didik sebagai salah satu pilar bangsa. Menjadi sebuah tantangan yang cukup besar bagi dunia pendidikan dengan makin menipisnya jiwa nasionalis sekaligus rasa memiliki bangsa dan negara pada diri peserta didik. Hal ini bisa terlihat dengan kondisi pada saat upacara bendera yang diadakan setiap hari senin.

Penghormatan terhadap bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilakukan peserta didik hanya sebatas melaksanakan kewajiban saja, tidak disertai dengan kesadaran tentang pentingnya menghormati bangsa dan negara melalui upacara bendera. Peserta didik juga banyak yang belum hafal lagu-lagu wajib dan lagu kebangsaan lainnya, misalnya Padamu Negeri, Maju Tak Gentar, dll. Kondisi seperti ini tentu saja membuat kita sebagai pendidik sekaligus warga negara menjadi khawatir dan waswas.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Agama dan guru PKn, tetapi menjadi tanggung jawab semua warga negara. Dalam hal ini, orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu kunci terpenting dalam penguatan pendidikan karakter khususnya dalam pengembangan jiwa nasionalis. Kita sudah jarang mendengar orang tua yang mengajarkan berbagai lagu wajib dan lagu perjuangan pada anak-anaknya. Tetapi kita sering mendengar siswa SD, SMP, bahkan SMA yang masih keliru dalam mengucapkan sila-sila dalam Pancasila. Sungguh sangat tragis!

Baca juga:   Menanggulangi Siswa Kurang Mampu Belajar saat Pandemi dengan Metode Home Visit

Salah satu penyebab menurunnya jiwa nasionalis pada warga Indonesia khususnya pada anak didik adalah maraknya penggunaan gadget dan alat komunikasi lainnya. Kita tidak menyalahkan alat komunikasi yang berkembang dengan sangat cepat ini, tetapi dengan pendampingan dan pengawasan yang baik maka dampak negatif dari perkembangan ini bisa ditekan. Kita tidak perlu menutup mata dan telinga dengan berbagai hal yang terjadi di sekitar kita, misalnya menurunnya hubungan sosial karena anak-anak asyik bermain sendiri dengan gadget-nya. Hal ini jika dibiarkan terus akan membahayakan perkembangan jiwa dan mental anak-anak.

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan memiliki kewajibana dalam mengembangkan jiwa nasionalis anak-anak didiknya. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jiwa dan rasa nasionalis adalah dengan mengadakan berbagai lomba yang berbasis kebangsaan. Misalnya lomba menyanyikan lagu perjuangan, lomba pengucapan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berbagai lomba yang dikemas dengan simpel tetapi tepat sasaran. Upacara bendera yang rutin diadakan pada setiap hari Senin dan hari-hari besar lainnya juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jiwa nasionalis anak didik asalkan dalam pelaksanaannya anak terus menerus diberikan pengertian tentang pentingnya bela bangsa dan negara.

Baca juga:   Dengan Google Classroom, Pembelajaran IPS Lebih Efektif

Hal lain yang menarik bisa dilakukan anak di sekolah adalah dengan membuat majalah dinding di setiap kelas. Kita bisa menamakan sebagai pojok kebangsaan, pojok merah putih, ataupun pojok padamu negeri. Di tempat ini, anak-anak diminta untuk selalu mencari informasi tentang perkembangan bangsa dan bernegara di berbagai media, serta menempelkan berita tersebut pada majalah dinding kelas. Wali kelas dapat membantu prosesnya, sekaligus melakukan pendampingan. Pengaturan pergantian redaksi bisa diatur bersama dengan wali kelas.

Kegiatan ini juga bisa dilombakan antar kelas. Kelas 7 dipertandingkan dengan kelas 7, kelas 8 dengan kelas 8, dan kelas 9 dengan kelas 9, dengan tujuan supaya masing-masing kelas mendapatkan tanding yang sepadan. Hasil lomba antar kelas dan juga lomba-lomba lainnya diumumkan pada saat upacara bendera. Pemberian penghargaan ini sangat penting artinya bagi anak didik kita, yaitu memberikan motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan diri. Tantangan bagi bapak ibu guru untuk dapat terus menerus mendampingi sekaligus mengembangkan karakter anak didik kita untuk menjadi semakin baik. (igi2)

Guru IPS SMP Negeri 3 Salatiga

Author

Populer

Lainnya