33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Kontribusi Sejarah Para Peranakan Tionghoa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah benda-benda koleksi Peranakan Tionghoa Indonesia dipamerkan di Semarang Contemporary Art Galery. Mulai dari alat musik, meja kursi, furniture seperti ranjang berukir banji, tempat cuci muka, laci pakaian, tempat lilin, dan kotak bersusun penyimpan obat, semuanya dapat disaksikan di galeri yang terletak di kawasan kota lama Semarang ini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka pameran ini mengatakan, adanya benda-benda ini membuat orang tahu sejarah peranakan Tionghoa di Indonesia. Termasuk kontribusinya dalam perjalanan sejarah Indonesia. Baik dari sisi seni budaya, perdagangan dan hal lainnya.

”Dapat diambil pelajaran bahwa yang meyakinkan Bhineka Tunggal Ika itu ya seperti ini. Yang terpenting tidak rasis bahwa kami semua Indonesia,” jelas Ganjar, Jumat (13/7) malam.

Dari sekian banyak benda yang dipamerkan, ketertarikan Ganjar tertuju pada gamelan dengan desain akulturasi Eropa, Jawa dan Tiongkok. Selain alat musik dengan desain perpaduan, instrumennya juga tidak murni Jawa saja, melainkan ada unsur kebudayaan Tiongkok.

”Perkawinan adat, budaya dan orang ini sudah berlangsung lama. Ini menjadi artefak sejarah yang semuanya bisa disaksikan di sini,” ujarnya.

Keberadaan gamelan ini memang mengundang perhatian banyak orang, termasuk Cheka Sekonda. Memasuki galeri, perhatian pria asal Jogjakarta ini langsung tertuju pada alat musik yang dipajang di lantai satu, tidak jauh dari pintu masuk.

”Paling besar ya dari benda-benda lainnya. Kemudian bentuknya juga bagus. Saat masuk wanginya juga khas,” ujar pria 28 tahun yang datang bersama pasangannya ini.

Pemilik Semarang Contemporary Art Gellery, Chris Darmawan berujar bahwa benda-benda ini sangat langka. Ia menyebut, pameran seperti ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Semarang.

”Sebenarnya budaya peranakan sangat lekat dengan kehidupan kita saat ini. Sayangnya kalau melihat benda-benda ini konotasinya itu selalu ke masa lalu,” jelasnya. (sga/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Atlet Mutiara Hafis Kuasai Final Tunggal Dini Putra

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN - Hasil akhir kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulu Tangkis Multi Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Semarang 2017 mencatatkan prestasi gemilang dari atlet...

Ratusan Siswa Gelar Doa Kelulusan Unas

KENDAL—Jelang Ujian Nasional (Unas) para siswa SMKN 2 Kendal menggelar doa dan istighosah bersama di halaman gedung olah raga sekolah setempat, kemarin. Dengan harapan...

IAIN Salatiga Gelar Wisuda VI 2017

SALATIGA - Gelaran wisuda ke-6 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dilaksanakan kembali. Prosesi wisuda tersebut akan belangsung di komplek kampus 3, Jalan Lingkar...

Elang Untidar Siap Ikuti Kompetisi Mobil Listrik

MAGELANG – Prototipe mobil listrik Elang Untidar karya mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) Magelang siap mengikuti kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi...

Motor Tabrak Bak Truk, Satu Tewas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Diduga mengantuk, sepeda motor mengalami kecelakaan di pantura Jalan Soekarno-Hatta, masuk Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong. Sepeda motor yang dikendarai Sudarwanto, 39,...

145 Calon Kades Perebutkan 54 Jabatan

DEMAK-Sebanyak 145 calon kepala desa (Cakades) akan bersaing memperebutkan 54 lowongan jabatan kepala desa (Kades) di 54 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Pilkades...