33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Eksplorasi Kebisingan Musik Noise

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM – MUSIK Noise boleh dibilang belum sepopuler genre musik-musik lainnya. Meski demikian, musik ‘bising’ ini belakangan mulai banyak dimainkan, bahkan dikolaborasikan dengan seni-seni lainnya.

Salah seorang noise maker, Tri Wahyuliyanto mengungkapkan, berbeda dengan lazimnya berbagai genre musik lain yang memiliki pola nada tertentu, musik noise lebih bebas. Suara yang dikeluarkan pun tidak melulu dari alat-alat musik yang lazim dikenal.

“Kita bisa merespon apapun yang ada di sekitar kita. Entah itu alat musik, synthesizer, suara mesin, suara gergaji, suara seng, suara keriuhan di jalanan, dan lain-lain bisa dimasukkan ke dalam noise, yang penting ada bisingnya,” ujar Tri.

Cowok dengan nama panggung Bedebah (Bermain Dengan Bahagia) ini tertarik untuk masuk ke genre tersebut karena dinilai cukup unik. Ia bebas memasukkan berbagai suara untuk berekspresi tanpa harus terpaku pada pakem tertentu.

Tapi, diakuinya juga, tidak semua orang bisa menerima aliran antimainstream tersebut. Mengingat kebisingan suara-suara yang dihasilkan. Penikmatnya pun masih tersegmen, belum sebesar aliran-aliran musik lainnya.“Saat di awal-awal saya memainkan musik noise pada 2015 lalu juga sempat diprotes warga, karena terlalu berisik,” ujarnya.

Sekarang, lanjutnya, sudah mulai beberapa kali diundang untuk memainkan musik noise. Semarang, Surabaya, dan Jogjakarta. Dalam aksinya, lelaki asal Pati ini kadang murni memainkan musik noise, kadang juga dikolaborasikan dengan seni lainnya.

“Biasanya saat diawal-awal saya bermain, banyak wajah-wajah penonton yang bingung, agak lama sedikit saya mulai membaca teks-teks Jawa Kuno. Jadi musik noise tadi menjadi latar dari teks-teks yang saya bacakan,”ujarnya.

Ya, musik noise kini juga banyak dikombinasikan dengan seni lainnya. Grup musik Sambernyawa, salah satunya. Grup musik dengan aliran eksprerimental ini menggunakan noise untuk mengisi pada bagian-bagian tertentu.

“Musik eksperimental bagi kami lebih luas, karena itu kerap dikombinasikan dengan berbagai hal, salah satunya musik noise. Sehingga menghasilkan suara yang lebih variatif didengar, di bagian-bagian tertentu noise ini menciptakan energi, karena pasti direspon oleh telinga,” ujar salah seorang grup musik eksperimental Sambernyawa, Riska Farasonalia. (dna/bas)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terkesan Mendaki Gunung Prau

MENDAKI gunung bukan hal yang asing lagi bagi gadis  bernama lengkap Febriani Dara Puspita Ramadhani ini. Baginya, mendaki gunung adalah hal yang sangat menarik,...

PLN Gelar Tablig Akbar dan Zikir Bersama 1000 Santri di Pendopo

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - PT PLN Persero Area Demak Grobogan kemarin malam menggelar tablig akbar dan zikir bersama 1.000 santri di Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai...

Loko Tua Diaktifkan Lagi Pertengahan Januari

RADARSEMARANG.COM, BLORA – Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Depo Heritage Trainze Loko Uap Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) diprediksi bakal meningkat. Sebab, objek wisata...

10 Warga Terima Ganti Rugi Lahan Bendungan

KAJEN-Sepuluh warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (30/4) kemarin, di Kantor Balaidesa Mulyorejo, menerima uang ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan...

DPC Dukung Penuh Sikap SBY

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Semarang mendukung penuh pelaporan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri terkait pencemaran...

Pelaku Ingin Minta Maaf

MUNGKID—AMR, 16, siswa SMA Taruna Nusantara yang membunuh temannya sendiri dengan pisau dapur menyatakan penyesalannya. Ia mengaku ingin minta maaf kepada keluarga korban Kresna...