32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Mensritek Minta PTN Optimalkan UM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memaksimalkan ujian mandiri (UM) agar tidak terjadi kekosongan kursi. Yakni, dengan alokasi 30 persen dari daya tampung yang ada.

Seleksi UM di Universitas Diponegoro (Undip) misalnya, diikuti 31.610 pendaftar untuk memperebutkan 2.359 kursi. Dengan lokasi tes di 21 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. “Jumlah pendaftarnya sangat tinggi, bahkan dibandingkan tahun lalu bertambah 25 persen dari angka 26 ribuan,” kata M Nasir saat meninjau pelaksanaan seleksi UM di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip Tembalang, Sabtu (14/7).

UM PTN sengaja difasilitasi pihak Kemenristek Dikti, karena beberapa factor. Yakni, kuota SBMPTN maupun SNMPTN yang tidak terpenuhi, misalnya diterima di perguruan tinggi lain ataupun alasan lainnya. “Tujuan UM, agar tidak ada kursi kosong di kampus, namun tetap ada pembatasan kuota. Sehingga PTS juga bisa berkembang,” tambahnya.

Nasir juga mengapresiasi Undip yang telah melaksanakan seleksi mandiri dengan jumlah pendaftar yang banyak. Apalagi seleksi mandiri ini merupakan upaya Undip mempertahankan NKRI. “Jangan sampai yang diterima hanya yang lokal saja, tapi juga di seluruh lokasi tes,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Humas dan Media Undip, Nuswantoro Dwiwarno mengambahkan jika kenaikan jumlah pendaftar salah satunya adalah banyaknya prestasi para dosen dan mahasiswa yang melejit di tingkat nasional maupun internasional beberapa tahun ini. Selain itu, capaian akreditasi A bagi sebagian besar Program Studi (Prodi). “Pencapaian itu memengaruhi minat peserta untuk memilih Undip dalam UM tahun ini,” ucapnya.

Selain jalur UM, Undip juga menerima mahasiswa melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) yang sudah diselenggarakan tiga tahun ini. Jalur SBUB itu sendiri menampung calon mahasiswa yang berprestasi (minimal di tingkat provinsi) untuk bidang seni, olah raga maupun saintek, termasuk yang hafidz Quran.“Tahun ini, kami menerima 119 calon mahasiswa dari 841 peminat yang mendaftar. Kami benar-benar selektif dan tidak asal gegabah menyeleksi mereka di jalur ini,” tuturnya. (den/ida)

Latest news

Related news