Beranda Ungaran Pertigaan Samban Krodit

Pertigaan Samban Krodit

Butuh Penataan Kantong Parkir

Others

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tidak adanya kantung parkir menjadi biang kemacetan di wilayah pertigaan Samban Kecamatan Bawen tepatnya disebelah kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang.

Kemacetan bertambah karena disekitar pertigaan tersebut berdiri beberapa perusahaan. Sehingga ketika jam pulang karyawan, kemacetan tidak bsia diindari ditambah truk dan angkutan yang parkir di pinggir jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Semarang, Ari Prabono mengatakan hal tersebut supaya mendapatkan perhatian dari pemerintah.“Ada lahan milik pemerintah di  jalan utama Semarang-Solo yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong parkir untuk mengatasi kemacetan di pertigaan Samban,” kata Ari, Jumat (13/7).

Adapun lahan yang dimaksudnya yaitu terletak di sebelah kanan dan kiri jalan utama Semarang-Solo mulai dari depan Kantor Dishub Kabupaten Semarang. Lahan yang kini banyak dikelola oleh parkir liar tersebut seharusnya dapat diambil alih oleh pemerintah dan dibuat kantong parkir. “Sekarang lahan itu disewakan oleh oknum didirikan PKL termasuk pangkalan truk pasir. Mestinya Bina Marga melakukan inventarisasi,” katanya.

Dikatakan Ari, pada tahun 1970-an jalan utama Semarang-Solo di seputaran pertigaan Samban berbentuk belok-belok. Tapi setelah jalannya diluruskan ada sisa lahan yang tidak dipakai dan sekarang disewakan oleh oknum secara ilegal.

“Kalau kantong parkir disiapkan, PKL ditata dan infrastruktur dibenahi saya kira masalah kemacetan di pertigaan Samban dan jalan sekitar pabrik bisa ditangani. Tapi harus bareng-bareng bersama semua instansi terkait,” katanya.

Terkait kemacetan tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan yang berdiri disekitaran pertigaan tersebut. “Kami melihat situasi lalu lintas yang sangat krodit dengan adanya sejumlah pabrik di Samban,” ujar Sekretaris Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto.

Menurut Djoko, solusi  jangka pendek yang akan dilakukan yaitu mengatur keluar masuk truk pengangkut barang ke pabrik agar tidak bersamaan dengan keberangkatan dan kepulangan. “Lima perusahaan yang ada harus saling berkomunikasi. Jangan sampai truk keluar masuknya bersamaan,” katanya.

Perusahaan juga sepakat tidak memberi fasilitas bagi PKL (pedagang kaki lima) untuk berjualan di bahu jalan dan gerbang keluar  masuk perusahaan. Selain menyediakan tempat untuk PKL supaya lebar jalan bisa maksimal, perusahaan juga siap menempatkan orang perusahaan untuk membantu mengatur lalu lintas.

Terkait adanya lahan milik pemerintah yang dapat digunakan untuk area parkir pihaknya akan koordinasikan dengan Satker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Semarang. “Nanti solusinya bagaimana. Kalau bisa dibebaskan kita mensyaratkan menjadi kantong parkir untuk menaikturunkan penumpang angkutan umum,” katanya.

Selain dapat dibuat kantung parkir, lahan yang kini dikuasai oleh oknum tersebut bisa dibuat U-Turn sehingga tidak ada perpotongan lalu lintas. Dalam hal ini pihaknya pernah mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan di pertigaan Samban. “Tapi karena ada redesign sehingga rencana pembangunan JPO tersebut dialihkan ke tempat lain,” katanya. (ewb/bas)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News