Kolaborasi Tanggulangi Tuberculosis

108

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus) melalui program District Based Public Private Mix (DPPM), menggandeng 16 puskesmas hingga Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk menanggulangi Tuberculosis (TB). Program tersebut melibatkan seluruh staf puskesmas agar berperan aktif melaporkan suspect TB agar tahun 2025 mendatang, Kota Semarang terbebas dari Tuberculosis.

Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Dr Guruh Fajar Shidik MCs mengatakan, melalui program bernama District Based Public Private Mix (DPPM), Udinus membantu pemerintah dalam mencari suspect TB agar cepat ditemukan dan segara dilakukan penanganan.

Menurutnya sinergi yang baik antara seluruh jajaran pemerintah Kota Semarang hingga fasilitas kesehatan (faskes) menjadi kunci utama suksesnya program tersebut. Selain itu, program tersebut akan dijalankan di dua sesi yakni melalui internal dan external.

“Tujuan program adalah untuk menyamakan persepsi. Supaya ketika ada suspect dapat segera tertangani dengan baik. Pada sesi internal sendiri nantinya akan melibatkan seluruh staf puskesmas untuk berperan aktif menanggulangi TB. Sedangkan untuk eksternal, kami akan melibatkan seluruh faskes dari mulai apotek hingga dokter praktek mandiri,” terang Guruh usai acara, di Hotel Dafam Semarang, Jumat (13/7).

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan penanganan TB merupakan hibah dari Koninklijke Nederlandse Centrale Vereniging tot bestrijding der Tuberculose (KNCV) Tuberculosis Foundation Indonesia sebesar 530 juta rupiah. Program tersebut dijalankan mulai bulan Juni – November 2018. Guruh mengatakan, Udinus dipercaya oleh KNCV Tuberculosis Foundation Indonesia untuk membantu pemerintah dalam mengurangi kasus TB di Indonesia.

“Fokus awal lebih pada Kota Semarang yang masih ditemukan banyak kasus TB yang tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang. Selain itu Indonesia menjadi peringkat kedua setelah India sebagai banyaknya penderita TB,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mada Gutama Subowo berharap melalui program yang dicanangkan Udinus dan KNCV Tuberculosis Foundation Indonesia dapat terus menekan angka TB di Kota Semarang.

“Program penanggulangan TB bisa berjalan secara maksimal dan menurunkan kasus TB dengan sinergi yang kuat. Tidak hanya dari Dinkes saja yang bergerak, tapi semua element masyarakat harus bergerak untuk menanggulangi kasus ini,” tandasnya. (tsa/zal)

Silakan beri komentar.