33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ikuti Perkembangan, Selalu Ada Peluang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – CERMAT melihat peluang, membuat Sanandya Silmi Pandanwangi, sukses dalam bisnis kreasi buket bunga dan buket snack. Inspirasi kali pertama muncul, saat menyadari bahwa kedua buket tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Khususnya bagi remaja dan mahasiswa yang ingin memberikan hadiah, baik saat prosesi wisuda, ulang tahun, sidang skripsi dan acara romantis lainnya.

Tanpa berpikir panjang, gadis kelahiran Semarang, 8 Januari 1997 ini, langsung tertarik membuka bisnis buket bunga dan snack tersebut. Kemudian dipasarkan

melalui media sosial dan pemesanan langsung.

Namun demikian, ragil dari 2 bersaudara anak pasangan suami istri (Pasutri) dari Joko dan Nanik ini, sebelumnya sudah memiliki beberapa bisnis online. “Saya merasa semakin banyak peluang untuk mengeksplor dan mengembangkan bisnis. Dari situlah, saya merasa memiliki tantangan tersendiri. Kemudian awal 2018, saya memantapkan diri membuka bisnis buket hingga sekarang, ” kata gadis yang akrab disapa Silmi ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (13/7).

Alumnus jurusan manajemen Unika Soegijapranata Semarang ini, merasa dengan peluang bisnis tersebut, dirinya bisa mengeksplor dan mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk menarik minat konsumen. Ia juga bersyukur dari bisnis yang digelutinya, bisa membantu meringankan biaya selama kuliah hingga lulus.

“Untuk pembuatan buket bunga dan snack, sangat fleksible. Selagi saya bisa melayani, bakal langsung dirangkai bunganya, paling butuh 1 hingga 2 jam pembuatan. Kalau lagi ada kesibukan lain, agak lama. Makanya konsumen pesannya maksimal H-1,” ujarnya.

Untuk harga, sengaja membanderol yang cukup terjangkau dengan hasil yang memuaskan. Terpenting baginya, terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, maka disitulah peluang selalu ada. Sekecil apapun peluang, harus dimanfaatkan, agar bisa meraih kesuksesan. “Kalau konsumen pesan bisa lewat instagram @bouquet.classy atau ke rumah,” ujarnya. (jks/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dari Bantu Catering, Jadi Hobi Masak

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI ibu dan ayah sebagai pebisnis rumahan jenis catering membuat Feri Fernandes tertular menyukai dunia masak-memasak. Dirinya sejak kuliah harus cepat pulang...

Sempat Berkelit, Akhirnya Mengaku

MUNGKID-Pelaku pembunuhan terhadap Kresna Wahyu, 15, pelajar SMA Taruna Nusantara (TN) akhirnya terkuak. Polisi menetapkan AMR, 16, rekan satu barak korban sebagai pelaku pembunuhan...

Kenalkan Musik Remix dengan Aransemen Musik Khas Jawa

RADARSEMARANG.COM - Dia adalah Donny Richie Setiawan atau yang akrab disapa Doci, sebelumnya berhasil mengalahkan sekitar 611 peserta Remix Competition Iceperience ditingfkat nasional yang...

Kuras Sumur, Tewas Keracunan

MUNGKID - Warga Dusun Kali Kebo RT 2 RW 12 Desa Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Lutianto, 40, ditemukan tewas di dalam sumur. Diduga,...

Pendidikan Sebagai Sarana Terwujudnya Toleransi

SEMARANG - Sebagai negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan bahasa, Indoensia merupakan negara multikultural atau negara yang majemuk. Sayangnya toleransi...

Program Special Price Diminati Konsumen

SEMARANG- Modern Exhibition tinggal sehari lagi, namun pengunjung terus membanjiri  showroom Modern Elektronik untuk belanja elektronik terbaru. Berbagai produk elektronik ditawarkan dengan harga special...