33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Bocah 7 Tahun Dicabuli Sepupu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seorang bocah berusia 7 tahun diperkosa berulangkali oleh kakak sepupunya. Peristiwa tersebut terjadi saat pelaku tidur di rumah korban di Kabupaten Batang, pada Lebaran lalu.

Kasus asusila tersebut baru diketahui saat korban berinisial J ini bercerita dengan ibunya bahwa telah dicabuli oleh PA, 18, kakak sepupunya.

Kasus tersebut bermula saat ibu korban menerima telepon dari keluarganya bahwa pelaku akan menginap di rumahnya. Karena sudah sering menginap, ibu korban tidak menaruh curiga kepada pelaku.

Selang beberapa waktu, dari keterangan ibu korban, anaknya beberapa kali diajak keluar rumah oleh pelaku, jalan-jalan naik motor. Mungkin karena kecapekan, korban tiba-tiba sakit dan muntah-muntah sehingga minta dipijit ibunya.

“Saat sedang saya pijitin, anak saya cerita bahwa dia, barusan di ‘uuk’, sama mas AP,” ceritanya saat melapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat (13/7).

Sang ibu pun meminta anaknya cerita lebih detail. Bahkan anaknya mempraktikkan bagaiaman pelaku mencabulinya. Korban dicabuli hingga 3 kali. Semua dilakukan di dalam rumah korban. Di ruang televisi dan dua kali di dalam kamar.

Atas cerita anaknya, ibu korban bergegas pergi ke bidan desa untuk memeriksakan alat kelamin J. Hasilnya memang terjadi pembengkakan dan lebam di alat kelamin korban. “Bidan sampai menangis saat memeriksa anak saya, karena luka di kelaminnya,” jelasnya.

Dengan diantar oleh ibu dan kerabatnya akhirnya memberanikan diri lapor ke Polres Batang.  Bahkan juga sudah dilakukan beberapa kali visum oleh dokter setempat dan terbukti ada lebam dan luka di kelamin korban.

Perwakilan LSM Pelangi Nusa Jatmiko, yang turut mendampingi korban, meminta kasus ini harus diteruskan hingga pengadilan. Harus ada keadilan kepada keluarga korban.

“Kami berharap kasus ini diselesaikan secara hukum, dan porses sampai pengadilan seperti perimintaan keluarga korban,” tegasnya. (han/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil

RADARSEMARANG.COM-Berwisata di Karimunjawa tidak lengkap kalau tidak melihat matahari terbenam. Lokasi yang paling baik adalah di Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa. Tadi sore saya gagal ke...

Ternak Mati Misterius, Warga Dihantui Waswas

PURWOREJO—Warga Padukuhan Buwono, Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, masih dihantui rasa waswas, menyusul matinya kambing-kambing secara misterius milik warga. Salah satunya, misteri kematian...

AKBP Edi Suranta, Jadi Kapolres Batang

BATANG-Tradisi pedang pora mewarnai penyambutan Kapolres Batang yang baru, AKBP Edi Suranta Sinulingga SIK, di halaman depan Mapolres Batang, Selasa (3/10) kemarin. AKBP Edi sebelumnya...

Tak Mampu Bayar Iuran BPJS, Tak Bisa Berobat

Seorang bocah berusia 2 tahun terkena tumor pada retina mata. Ia tak dapat berobat karena pihak keluarga tak mampu membiayai perawatan medis. Seperti apa? Ahmad...

Industri Fashion Menggeliat

Pengunjung memilih busana batik di sebuah stan di Mal Paragon Semarang, kemarin. Berbagai kerajinan kain dari berbagai daerah di Indonesia ikut serta di gelaran...

Hoax A.M. Hendropriyono Meninggal Dunia

JawaPos.com – Akhir-akhir ini mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono kerap dihantam kabar hoax. Tak hanya disebut kolaps sehingga harus dilarikan ke...