Bocah 7 Tahun Dicabuli Sepupu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seorang bocah berusia 7 tahun diperkosa berulangkali oleh kakak sepupunya. Peristiwa tersebut terjadi saat pelaku tidur di rumah korban di Kabupaten Batang, pada Lebaran lalu.

Kasus asusila tersebut baru diketahui saat korban berinisial J ini bercerita dengan ibunya bahwa telah dicabuli oleh PA, 18, kakak sepupunya.

Kasus tersebut bermula saat ibu korban menerima telepon dari keluarganya bahwa pelaku akan menginap di rumahnya. Karena sudah sering menginap, ibu korban tidak menaruh curiga kepada pelaku.

Selang beberapa waktu, dari keterangan ibu korban, anaknya beberapa kali diajak keluar rumah oleh pelaku, jalan-jalan naik motor. Mungkin karena kecapekan, korban tiba-tiba sakit dan muntah-muntah sehingga minta dipijit ibunya.

“Saat sedang saya pijitin, anak saya cerita bahwa dia, barusan di ‘uuk’, sama mas AP,” ceritanya saat melapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat (13/7).

Sang ibu pun meminta anaknya cerita lebih detail. Bahkan anaknya mempraktikkan bagaiaman pelaku mencabulinya. Korban dicabuli hingga 3 kali. Semua dilakukan di dalam rumah korban. Di ruang televisi dan dua kali di dalam kamar.

Atas cerita anaknya, ibu korban bergegas pergi ke bidan desa untuk memeriksakan alat kelamin J. Hasilnya memang terjadi pembengkakan dan lebam di alat kelamin korban. “Bidan sampai menangis saat memeriksa anak saya, karena luka di kelaminnya,” jelasnya.

Dengan diantar oleh ibu dan kerabatnya akhirnya memberanikan diri lapor ke Polres Batang.  Bahkan juga sudah dilakukan beberapa kali visum oleh dokter setempat dan terbukti ada lebam dan luka di kelamin korban.

Perwakilan LSM Pelangi Nusa Jatmiko, yang turut mendampingi korban, meminta kasus ini harus diteruskan hingga pengadilan. Harus ada keadilan kepada keluarga korban.

“Kami berharap kasus ini diselesaikan secara hukum, dan porses sampai pengadilan seperti perimintaan keluarga korban,” tegasnya. (han/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -