33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

SKTM dan Masa Depan Kejujuran Anak Kita

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak tepat dapat meresahkan masyarakat. Terutama bagi peserta didik SMA/SMK negeri yang merasa dirugikan dengan adanya SKTM tersebut. SKTM merupakan salah satu jurus ampuh menambah poin PPDB online terutama bagi calon peserta didik yang kurang percaya diri.

SKTM seharusnya digunakan untuk membantu keluarga yang kurang mampu untuk bersekolah. Apa jadinya jika orang-orang yang sebenarnya mampu tapi menggunakan SKTM? Berbohong demi masuk sekolahan favorit jelas bukan perilaku yang baik.

Dari kasus-kasus yang terkumpul di PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2018 terbukti bahwa SKTM digunakan oleh orang-orang yang tergolong mampu. Upaya Kecurangan beberapa orang tua telah terbukti ketika diadakan survei oleh tim PPDB masing masing sekolah.

Seperti yang dilansir di detiknews, ada 6 surat SKTM abal-abal di SMAN 1 Magelang. Tim PPDB SMAN 1 Magelang langsung menindaklanjuti, hasilnya, 4 surat ditemukan tidak layak dan 2 surat telah dicabut sebelum diverifikasi.

Masih di Jawa Tengah, Eko Kusriyanto ketua PPDB Online SMK di Blora mendapatkan instruksi dari pusat untuk melakukan survei terhadap pengguna SKTM. Eko mengungkap bahwa tim PPDB kuwalahan karena dari 800 pendaftar, 600 diantaranya ber-SKTM.

Penggunaan SKTM guna mendaftar sekolah di Jawa Tengah telah diatur di Pergub No 5 tahun 2018. Tetapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalamnya. Seperti batasan nilai penggunaan SKTM dan kriteria miskin menurut peraturan SKTM.

Peraturan PPDB terbaru, Pergub No 64 tahun 2018 juga ikut mengatur bagaimana seharusnya SKTM berjalan. SKTM diatur dari 14 tinjauan untuk dapat dikatakan keluarga miskin (Gakin) yang membuat SKTMnya valid. Namun, di SMK 1 Blora, hampir 100 persen menggunakan SKTM agar mendongkrak poin prioritas diterimanya.

Sejauh ini yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah benar, yaitu mencoret nama-nama yang menggunakan SKTM abal-abal. Selain itu hal yang harus dilakukan guna memberantas SKTM abal-abal adalah memberikan hak penuh kepada sekolah untuk menindaklanjuti siswa siswi yang terbukti memalsukan data demi prioritas SKTM.

Ketegasan tim verifikator juga diperlukan untuk memberantas penggunaan SKTM abal-abal. Selain dari pihak sekolah, pihak pemerintahan juga harus lebih tegas dalam pembuatan SKTM tersebut. Tahap pembuatan SKTM memerlukan data yang valid.

Sebaiknya bagi keluarga yang mampu tidak memalsukan data demi SKTM untuk tujuan sekolah pilihan. Jika kita memaksakan anak yang tidak seharusnya masuk di sekolah pilihan, apakah mereka mampu dengan kecepatan orang-orang yang masuk melalui jalur normal? Kita juga harus berpikir ke depan untuk masa depan mental anak kita.

Pilihan yang tepat adalah yang sesuai dengan ketentuan dan kemampuan. Kejujuran juga diutamakan, karena jika dari awal saja orang tua sudah mendukung aksi ketidakjujuran, maka apa jadinya anak kita nanti? Kadang sebagai manusia suka lupa dengan kemampuan diri sendiri dan suka minder terhadap orang lain. Sikap yang seharusnya kita bangun, malah kita rusak demi kata “sekolahku sekolah pilihan”.

Jujurlah, maka jalan terbaik akan dibuka dan akan dipermudah. Karena dengan kejujuran kita bisa tenang dan berpikir lebih jernih. Sedangkan dengan kebohongan, hidup kita menjadi berantakan dan membuat orang tidak percaya lagi terhadap kita. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sampoerna Jakarta

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

295 Ha Lahan Perhutani Ditanami Kopi oleh Warga

TEMANGGUNG—Lahan seluas 295 hektare di kawasan hutan milik Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, akan ditanami pohon kopi oleh warga sekitar hutan....

Pernah Tidur di Emperan Toko, Sekarang Bos Perusahaan

Siapa yang menyangka, Haji Rusbandi yang pernah menjadi kuli panggul dan tidur di emperan toko, kini menjadi seorang pengusaha. Seperti apa kisahnya? JOKO SUSANTO H SUBANDI,...

Terima Mandat Presiden, Hendi Gerak Cepat

SEMARANG - Usai membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Temanggung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian bertolak menuju Jakarta...

Minta Tiga Sesepuh Petani Tak Ditahan

SEMARANG - Ratusan warga yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Surokonto Wetan (PPSW) Kabupaten Kendal, menggeruduk kantor Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah untuk meminta keadilan....

Tak Kuat Nanjak

RADARSEMARANG.COM - SEBUAH mobil Toyota Inova H 9426 HY terjun ke dalam jurang saat melintas di tanjakan Kalipancur, Kembangarum, Semarang, Senin (4/6). Beruntung tidak...

Karyawan GWHS Sumbangkan Darah

SALATIGA - Grand Wahid Hotel Salatiga (GWHS) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga mengadakan bakti sosial sumbang darah di Lounge area, pada...