33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Rp 26 M untuk Blok B dan C

Pembangunan Pasar Kedungwuni Dimulai

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pembangunan Blok B dan C Pasar Kedungwuni, secara resmi dimulai Kamis (12/7) kemarin. Pembangunan ditandai dengan Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Pembangunan Blok B dan C Pasar Kedungwuni total menyedot anggaran sebesar Rp 26 miliar berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan Rp 10 miliar dari Bantuan Provinsi Jawa Tengah. Rencananya pembangunan akan selesai selama dua tahun dengan manggunakan anggaran multi year.

Bupati Asip mengungkapkan, pasar Induk Kedungwuni sudah berusia lebih dari 40 tahun, maka perlu adanya pembangunan pasar baru yang lebih bagus dan modern serta bersih, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kedungwuni.

“Saya rasa ini adalah pembangunan terbesar kedua, setelah sebelumnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan tanggul rob dengan total anggaran sekitar Rp 600 miliar dimana dananya bersumber dari APBN. Sedangkan pembangunan Pasar Kedungwuni ini, adalah sindikasi dari APBD Kabupaten Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Insya Allah tahun ini ada dua kegiatan dan tahun berikutnya akan kita selesaikan dengan total anggaran yang kita susun hingga Rp 100 miliar,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa secara umum, prosesi pindahan 2.000 pedagang dari pasar induk ke pasar darurat berjalan baik, aman dan lancar tanpa halangan suatu apapun.  Hal ini menandakan bahwa pedagang pasar sangat mendukung program Pemerintah. Kedua, Pemda memang antisipatif, selalu membuka kran komunikasi sehingga pembangunan pasar Kedungwuni berjalan sesuai jadwal.

“Kabupaten Pekalongan merupakan sentra industri. Maka nanti pusat pemasarannya tidak usah jauh-jauh ke Tanah Abang, Cipuler, Klewer dan lain sebagainya. Cukup di Kedungwuni ini saja. Alangkah indahnya para pedagang dan pembeli datang kesini,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini, menjelaskan bahwa pasar Kedungwuni terdiri atas 11 blok yakni A sampai K. Yang sudah dibangun ada 2 dan tahun ini 2 lagi. Sehingga masih ada 7 blok lagi yang akan dibangun hingga tahun 2020.

Menurutnya adapun pemenang lelang untuk Blok B adalah PT Heksindo Multi Utama dari Jakarta, dengan nilai kontrak Rp 15.564.200.000 dan Blok C PT. Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak sebesar Rp 9.656.125.000. Kemudian ada pendampingan dari mulai proses lelang, pelaksanaan dan pengawasannya yaitu CV Memalisaat Semarang dengan nilai kontrak sebesar Rp 318.000.000

“Tahun 2018 ini kita bangun Blok B dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pekalongan dan Blok C dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari dana Bantuan Provinsi Jawa Tengah,” jelas Riyantini. (thd/bas)

Berita sebelumyaSulap Sampah Jadi Lukisan
Berita berikutnyaEduard Tjong Siap Mundur

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Beasiswa Seharusnya Untuk Masyarakat  

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kebijakan Bupati Demak HM Natsir terkait pemberian beasiswa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan 500 kuota yang dijalankan bertahap  mulai 2017 hingga...

Pilih Hunian Vertikal untuk Investasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hunian vertikal di Kota Semarang mulai menjamur. Namun demikian, sejauh ini hunian jenis tersebut dinilai masih banyak dibeli sebagai investasi. Ketua Panitia...

Campur Tangan Swasta, Percepat Program Rehab RTLH

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menargetkan rehab sekitar 7.000 rumah tidak layak huni (RTLH). Sekitar 1.400 RTLH akan direhab tahun ini,  kemudian 2.100...

Raperda Copas ’Tampar’ Mundjirin, Jiplak Raperda Kota Magelang

UNGARAN - Ini sungguh memalukan. Satu dari 12 rancangan peraturan daerah (raperda) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/2)...

Minta Sumbangan “Santri” Gasak 25 Laptop

TEMBALANG - Tiga pencuri spesialis laptop dibekuk jajaran Polsek Tembalang. Selama tiga bulan beraksi, para tersangka berhasil mencuri 25 unit laptop. Modus yang digunakan...

Bukan soal Kerusuhan 22 Mei, tapi Eksekusi Terpidana Mati

JawaPos.com – Sampul majalah luar negeri yang bergambar Jokowi dengan telapak tangan penuh darah tiba-tiba ramai diperbincangkan di medsos. Judul besar yang tertulis di...