33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

200 Pengguna SKTM Dicoret

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 200 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah I dicoret dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA/SMK.

Kepala BP2MK Wilayah I, Bagus Surjanto, saat ditemui di kantornya di kompleks Gedung Tarubudaya Ungaran mengatakan, jumlah tersebut dari semua wilayah cakupan kerjanya.

“Itu setelah kita lakukan berifikasi faktual ke rumah siswa peserta PPDB SMA/SMK dari Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang,” kata Bagus kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/7).

Adapun jumlah keseluruhan SMA/SMK yang masuk dalam cakupan wilayah BP2MK sebanyak 38 SMK Negeri, 68 SMA Negeri serta 5 SLB Negeri. Untuk daya tampung SMA sebanyak 21.753 kursi, yang mendaftar dengan SKTM ada 3.290 siswa.

Daya tampung SMK sebanyak 16.966 kursi, yang mendaftar dengan SKTM ada 2.714 siswa. Setelah dilakukan verifikasi faktual di lokasi rumah tinggal siswa, untuk SMA dari 3.290 yang menggunakan SKTM, yang layak sebanyak 2 656 siswa. Sedangkan yang tidak layak 73 siswa.

Untuk siswa SMK dari 2.714 yang pakai SKTM, yang layak 2.587 siswa. Sisanya 127 siswa tidak layak. “Total yang kami coret ada 200 pengguna SKTM. Siswa yang dicoret ini, silakan mendaftar ke sekolah swasta,” katanya.

Semua peserta PPDB online yang menggunakan SKTM tersebut sudah terverifikasi. Selain itu, SKTM yang dikumpulkan memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Di mana masih banyak orangtua siswa yang masuk kategori perekonomian mampu, namun tetap memaksa menggunakan SKTM. “Hasil verifikasi faktual di lapangan, 200 siswa yang menggunakan SKTM ini tidak layak. Sesuai perintah Pak Gubernur, kami lakukan pencoretan,” tegasnya.

Imbauan kepada orangtua siswa yang masuk kategori perekonomian mampu untuk tidak menggunakan SKTM memang sudah dilakukan sejak awal PPDB online dibuka. Namun, lanjutnya, hal itu tidak diindahkan oleh banyak orangtua.

Di sisi lain panitia PPDB online SMAN 2 Ungaran, mencoret satu yang mendaftar pakai SKTM. Pencoretan dilakukan setelah verifikasi faktual diketahui yang bersangkutan dari keluarga mampu.

Wakil Kepala (Waka) Kehumasan SMAN 2 Ungaran, Mashudi, mengatakan, total pendaftar di sini ada sekitar 600-an. Dari 600-an pendaftar, 98 menggunakan SKTM dan yang diterima ada 432 siswa.

“Yang diterima 432 terdiri atas MIPA ada 252 siswa, IPS ada 144 siswa, dan Bahasa ada 36 siswa. Dari 98 yang pakai SKTM, satu mengundurkan diri alias kita coret. Sekarang ini yang menggunakan SKTM ada 97 siswa,” beber Mashudi.

Adapun alasan pencoretan tersebut, kata Mashudi, pertama yang bersangkutan tidak sesuai realita kriteria SKTM. “Kedua, setelah mengetahui kalau terbukti, tidak sesuai riil orang miskin dan dicoret, yang bersangkutan lebih memilih mengundurkan diri. Dia mengundurkan diri setelah pendaftaran selesai sebelum pengumuman,” katanya. (ewb/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

50 Stan Meriahkan Bazar Ramadan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 50 stan ikut memeriahkan bazar Ramadan. Kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak ini menyedot perhatian warga....

Diserbu Warga 3 Jam Ludes

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan warga Kota Magelang, Selasa (13/3) pagi kemarin menyerbu markas Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang. Serbuan ini dikarenakan...

Ikut Senam, Bonus Naik Tank

SALATIGA - Ada yang istimewa pada pelaksanaan senam bersama di Lapangan Batalyon Infanteri (Yonif) 411 Salatiga, Jumat (5/5). Selain diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah...

Hubungan Kota dan Kabupaten Harmonis

MAGELANG - Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan Sigit Widyonindito menegaskan hubungan dengan Kabupaten Magelang harmonis dan tidak ada pembedaan. Kedua...

Risiko Penggelembungan dan Pendanaan Terorisme

RADARSEMARANG.COM - BANK Indonesia (BI) menegaskan bahwa virtual currency, termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah. Penggunaan mata uang virtual ini dikhawatirkan...

Pengelolaan Terminal Bulupitu Masih Rancu

PURWOKERTO - Meski pengelolaan Terminal Bulupitu Purwokerto yang masuk kategori tipe A sudah diserahkan pusat per 1 Januari 2017 lalu, namun sampai saat masih...