32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Jamin Tidak Ada Beda Perlakuan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Setelah ditunda sehari, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 untuk SMA, MA dan SMK akhirnya diumumkan. Sejumlah pendaftar yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) abal-abal, langsung dicoret.

Kepala SMAN 2 Magelang Mahmudi menyebutkan, berdasarkan hasil seleksi PPDB yang diumumkan Kamis (12/7) pukul 10.00 WIB, ada 288 calon siswa yang diterima di SMA Negeri 2 Kota Magelang. Dari jumlah tersebut 86 orang diantaranya merupakan pengguna SKTM yang lolos verifikasi faktual. Sebanyak 46 anak pemegang SKTM atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) berasal dari Kota Magelang dan 40 anak dari luar kota. Selain itu terdapat 1 anak guru setempat.

“Semula ada 90 pengguna SKTM, namun ada 4 orang yang dicoret karena tidak sesuai kenyataan. Namun ada juga yang mengundurkan diri alias tidak jadi melampirkan SKTM,” tandas Agung.

Agung berharap, polemik SKTM bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi semua pihak dan ada upaya untuk evaluasi ke depan. Ia memastikan, calon siswa yang memakai SKTM atau tidak, semuanya berhak memperoleh pendidikan yang sama. “Tidak ada perbedaan dalam proses pendidikan nanti. Ini siswa SKTM ini siswa bukan SKTM. Calon siswa yang memakai SKTM atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetap kami didik sebagai bentuk tanggungjawab kami,” ungkap Agung.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto menuturkan, pihaknya telah menerima 64 calon siswa baru pemegang SKTM/KIP yang sudah diverifikasi. Semua siswa yang diterima diminta untuk segera melakukan daftar ulang yang berlangsung hingga Jumat (13/7) ini.

“Sudahi polemik SKTM. Sekarang saatnya sekolah berkonsentrasi menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah,” tutur Joko.

Salah satu orangtua calon siswa SMAN 2 Kota Magelang, Sawitri, 42, warga Kalinegoro Mertoyudan Kabupaten Magelang, mengaku bersyukur anaknya yaitu Diofa Ade, bisa diterima di SMAN 2 Kota Magelang program MIPA. “Terus terang senang juga anak saya akhirnya diterima di sini. Sebelumnya, anak saya terlempar di SMAN 4 Kota Magelang dengan program MIPA. Saya tidak menggunakan SKTM,” tukas Sawitri. (had/ton)

Latest news

Related news