Peran Media Massa Dibutuhkan, Bangun Peradilan Berwibawa

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Membangun peradilan yang berwibawa dibutuhkan komitmen bersama, termasuk peranan dari pers atau media, baik cetak, online, maupun elektronik dan televisi. Mengigat, media bisa memberikan edukasi terhadap berbagai lapisan masyarakat.

Ungkapan tersebut disampaikan, akademisi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Dr Retno Saraswati, dalam acara Diskusi Publik bertemakan ”Perbuatan Hukum Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim dan Penegakan Hukumnya” di Hotel Santika Semarang, yang diadakan Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah, Kamis (12/7).

”Kalau ada potensi pelanggaran hakim dalam memutus perkara, maka bisa dilakukan pengkajian bersama-sama. Peranan media dalam memberikan edukasi juga dibutuhkan, sebab tulisan media itu akan dibaca khalayak umum,” kata Retno.

Ia menilai, hal tersebut, bukan berarti untuk saling memojokkan, maupun menilai hakim, melainkan setidaknya bisa diberikan pertimbangan untuk mewujudkan peradilan berwibawa. Ia juga menyampaikan, perguruan tinggi, khususnya fakultas hukum juga memberikan edukasi dengan cara mendidik calon sarjana hukum.

“Mereka tentunya orientasi kedepannya akan berkerja sebagai hakim maupun jaksa. Perguruan tinggi ini mendidik integritas sejak dini,”ungkapnya.

Sedangkan Sumartoyo menyampaikan, maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belakangan ini terjadi terhadap aparat pengadilan menjadi tamparan bagi dunia peradilan di Indonesia. Menurutnya, peristiwa itu muncul karena  kesadaran diri yang rendah, sehingga menyebabkan banyak oknum penegak hukum yang tersesat dan melalaikan kode etiknya. (jks/zal)

  • Bagikan