33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Piala Dunia untuk Celeng

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Oleh: Dahlan Iskan

Celeng membawa durian runtuh: untuk pemerintah Thailand. Sejak melakukan kudeta militer tiga tahun lalu baru sekali ini dapat pujian internasional. Berhasil menangani pemain bola remaja yang tergabung dalam klub Babi Hutan. Alias Celeng.
Sudah tiga tahun tidak ada kebebasan pers di sana. Tidak ada kebebasan bicara. Tidak boleh kumpul-kumpul. Semua dikendalikan secara ketat oleh militer.

Tidak ada lagi demokrasi. Janji lama tinggal janji: akan segera diadakan pemilu yang demokratis. Lagu Brury Pesolima lebih tepat diputar di sana: semangka berdaun kekuasaan.

Maka soal yang tidak ada hubungannya dengan politik pun jadi politik. Wartawan dijauhkan dari mulut gua Tham Luang. Petugas sangat pelit bicara –off the record sekali pun. Sampai kemarin nama-nama pemain bola remaja itu tetap: Celeng 1, Celeng 2 sampai Celeng 12. Disesuaikan dengan urutan penyelamatan. Mirip kode rahasia dalam operasi militer.

Tapi Alhamdulillah. Amitaba. Amitohu: semua anggota Klub Celeng selamat. Hanya berat badan mereka rata-rata turun 2 Kilogram. Sangat kurang makan selama sembilan hari pertama. Demikian juga asisten pelatihnya. Si Kepala Celeng.

Kini, tawaran membanjiri mereka. FIFA mengudang untuk menyaksikan final piala dunia. Di Moskow. Kyle Walker, bintang timnas Ingrris minta alamat: akan kirim jersey tim Inggris. Salah satu remaja tersebut ternyata mengenakan kaus tim nasional Inggris.

Ada juga yang mengenakan kaus tim Real Madrid: tapi belum ada tawaran kiriman jerseynya. Mungkin masih sedih: CR-7 nya  pindah ke Juventus. Dengan kontrak 105 juta Euro. Sekitar… ah malas mengkonversikannya ke rupiah. Terlalu banyak nolnya. Yang jelas 15 juta Euro lebih banyak dari kontraknya di Madrid.

Maschester United juga mengundang mereka: untuk nonton Liga Inggris. Di stadion Old Trafford. Bahkan sekalian dengan semua tim penyelamat. MU seperti takut didahului tim Leichester City. Yang pemiliknya orang Thailand.

Messi, Neymar dan pemain dunia lainnya pada posting simpati. Di tweeter mereka masing-masing. Presiden Donald Trump juga. Yang mungkin mengira sepakbola itu mirip lomba ratu kecantikan. Yang tiap peserta membawa dua bola –di dada mereka. Sampai orang Amerika tidak mau menerjemahkan sepakbola dengan foot ball. Sepak bola diterjemahkan menjadi soccer. Yang asal katanya socc: payudara yang bundar –menurut kamus asal-asalan.

”Mereka tidak mungkin ke Moskow,” ujar penguasa Thailand. ”Mereka masih harus di rumah sakit,” tambahnya.

Padahal kalau 12 remaja itu ditanya, saya yakin yang ingin pergi ke Moskow 24. Menyusul Bonita (Bonek Wanita) Via Vallen yang sudah terbang ke Moskow. ”Mereka biar nonton di layar tv saja,” ujar penguasa.

Sebenarnya ada alasan yang lebih mendasar: mereka tidak akan bisa pergi ke luar negeri. Asisten pelatih itu ternyata diketahui tidak punya KTP. Tidak punya kewarganegaraan. Tidak punya negara. Demikian juga tiga di antara remaja itu: tidak punya kewarganegaraan. Tidak mungkin bisa mengurus paspor.

Mereka adalah penduduk pegunungan. Di pojok perbatasan tiga negara: Thailand, Myanmar dan Tiongkok. Mereka dari suku minoritas Thai Lue. Yang sudah berada di situ turun-temurun. Bahkan mungkin sejak sebelum ada negara. Bagi suku ini batas negara itu tidak ada. Semua ini tanah Tuhan.

Ribuan orang yang statusnya mirip mereka itu.

Yang jelas orang tua mereka boleh bepergian di dalam negeri. Termasuk untuk menengok anaknya. Di rumah sakit ibukota propinsi. Dari jarah jauh. Dibatasi oleh kaca jendela.

Mereka sendiri memang bangga dengan julukan Celeng: larinya cepat, pemberani, nekat, dan berlemak. Celeng berbeda dengan babi piaraan: gendut, malas dan banyak lemaknya.

Keberanian itu yang membuat mereka berani bertualang ke gua yang berbahaya itu: panjang (12 km), bercabang-cabang, berliku, naik turun, melebar-menyempit dan ini dia: di beberapa bagian turunnya sangat dalam.

Saat hujan bagian yang rendah itu penuh air. Air mengisolasi bagian-bagian lain: menjadi ruang-ruang yang terpisah.

Hujan musim monsoon sekarang ini menciptakan gambaran itu. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab: siapa yang punya inisiatif pertama. Pernahkah mereka memasuki gua di desanya itu. Mengapa tidak memperhitungkan musim monsoon. Mengapa mereka berada di titik sejauh itu: 4 km dari mulut gua. Adakah air masuk yang membuat mereka menjauh. Atau justru mereka sudah mau keluar tapi terhalang air.

Pertanyaan terpenting adalah: bagaimana perasaan mereka. Selama sembilan hari di dataran hanya seluas 10 meter persegi. Yang sekelilingnya air. Yang air itu bisa terus naik. Mempersempit dataran itu. Bagaimana hidup dalam gelap: sembilan hari. Tanpa tahu bahwa itu sembilan hari. Tidak tahu kapan malam tiba. Tanpa tahu kapan akan ada orang tahu. Mengapa mereka begitu optimis bahwa suatu saat nanti akan ada orang menemukan. Bagaimana mereka mengatasi basahnya badan. Dinginnya udara. Lembabnya cuaca dalam gua. Sumuknya musim monsoon.

Sabarlah. Penguasa di sana tidak bisa diduga. Musim ‘monsoon politik’ tampaknya masih akan lama.(dis)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tabrakan Adu Banteng, Pengemudi Sedan Luka

PURWOREJO—Satu korban mengalami luka-luka ketika dua mobil bertabrakan pada Senin (11/12) malam di ruas Jalan Purworejo-Yogyakarta Km 12. Tepatnya, di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen,...

Sepakat Perda RTRW Direvisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kalangan legislatif sepakat untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Jateng Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jateng...

Hati-hati! Beredar Hoax Penerimaan CPNS 2018

JawaPos.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menerima laporan telah beredar pengumuman palsu mengenai pembukaan pendaftaran CPNS tahun 2018. Kementerian PAN-RB...

Undip Bentuk Komisi Investigasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komisi investigasi dibentuk oleh Fakultas Kedokteran (FK) Undip guna mendalami aktivitas riset yang dilaksanakan salah satu dosen di lingkungan kampus tersebut....

Jalur Trayek Dirombak

SLAWI-Menjelang pengoperasian Terminal Dukuhsalam akhir tahun 2017, Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal berencana merombak total jalur trayek angkutan pedesaan (angkudes) yang melintasi...

Bank Jateng Bantu Korban Gempa

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA - Bank Jateng memberikan bantuan untuk korban gempa bumi di Kalibening, Banjarnegara. Bantuan diberikan langsung oleh Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno kepada...