33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Notaris-PPAT Rutin Berikan Uang Pelicin

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGNotaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ternyata rutin memberikan uang pelicin kepada Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang nonaktif, Windari Rochmawati. Praktik tersebut sudah berlangsung lama dan berulang-ulang, untuk mempercepat pengurusan berkas yang diajukan kantor Notaris dan PPAT.

Pengakuan tersebut terungkap dalam sidang pemeriksaan sejumlah saksi dari Notaris dan PPAT dalam sidang dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp 597 juta di luar biaya resmi pengurusan dokumen agraria yang menjerat Windari Rochmawati, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/7) kemarin.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ari Widodo didampingi dua hakim ad hoc yang sudah menyandang gelar doktor, yakni Dr Sastra Rasa dan Dr Sinintha Yuliansih Sibarani tersebut, saksi Mardiana mengaku tidak hanya sekali memberikan uang pelicin untuk mempercepat pengurusan berkas yang diajukan kantornya. Namun ia menegaskan bahwa hal itu awalnya permintaan terdakwa. Sedangkan uang tersebut disetorkan dirinya 1 kali, lainnya diserahkan melalui stafnya.

“Saya memberikannya beberapa kali secara bertahap, ada yang Rp 5 juta, Rp 4 juta dan lainnya. Terkahir Januari sebesar Rp 4 juta. Saya juga pernah menemui Sriyono (Eks Kepala BPN Semarang, red) kenapa produknya lambat, namun diminta ke terdakwa,” kata saksi Mardiana di hadapan majelis hakim.

Sedangkan saksi lainnya, Nisa Rahmasari mengaku beberapa kali memberikan ke pejabat BPN. Bahkan ia sadar semestinya tidak boleh, hanya saja karena merasa ada tangung jawab ke kliennya. Ia memberikan ada yang Rp 1,2 juta, Rp 2,8 juta dan lainnya. Terkait biaya penentuan cek sertifikat sebesar Rp 100 ribu per-item-nya, ia mengaku mengetahui dari stafnya.

Seingatnya, ada 6 sampai 7 kali penyerahan uang tersebut. Bahkan uang Rp 12 juta diberikan langsung oleh saksi ke terdakwa, sedangkan lainnya diberikan melalui stafnya.

Setelah itu, kuasa hukum Windari, yakni HD Djunaedi dan Andreas Hariyanto menanyakan terkait kesaksian dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), apakah pernah memberikan uang juga ke pejabat lain, selain terdakwa.

Kemudian saksi Nisa mengaku, pernah ditagih pejabat lain di BPN. Yakni, di bagian loket pengambilan sertifikat oleh Rochayati, diminta untuk menemui Machmud.  “Atas perintah Rochayati, kata staf saya, produk sudah jadi, tapi tak boleh diambil. Saya ditelepon Machmud, bahwa saya harus bayar sejumlah uang, lalu saya beri lewat staf sebesar Rp 5 juta,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang, Okky Andaniswari meminta penyidik, penuntut umum dan majelis hakim untuk mengungkap pihak-pihak terkait dari fakta persidangan. Pihaknya berharap, oknum notaris dan PPAT, serta oknum pejabat BPN yang terlibat juga turut diseret sebagai tersangka.

Menurutnya dalam pemberian suap, ada unsur saling menguntungkan dan tanpa dasar paksaan. Dengan demikian, pemberi dan penerima seharusnya turut diseret sebagai tersangka. “Pasal 55, turut serta harus benar-benar diterapkan dalam kasus ini. Jangan sampai berhenti pada Windari saja. Kami sudah meminta pihak Komisi Yudisial (KY) melakukan pemantauan sidang kasus ini. Penjarakan semua yang terlibat,” katanya. (jks/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Patungan Beli Cat, Gelar Acara Tiap Minggu

Langkah warga Kampung Batik Tengah, RT 4 RW 02, Kelurahan Rejomulyo, Kota Semarang patut diapresiasi. Mereka mempercantik kampungnya dengan batik, pewayangan dan sejarah Kota...

Terus Genjot Regenerasi Atlet

SEMARANG--Kejuaraan nasional xiangqi (catur tradisional cina)  yang akan digelar di Semarang,  pada Selasa-Minggu (14-19/10). Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi)  Pengprov Jawa Tengah tahun ini ditunjuk...

Pendongeng Michio Kaku dari Ciheras

Oleh: Dahlan Iskan Saya ingin ke Ciheras lagi. Kangen Ricky Elson. Yang kini punya gelar baru: angoneering.  Kemampuan engeneeringnya telah dia plesetkan menjadi angoneering. Ricky...

Pembelajaran Bahasa Jawa dengan Kartu Kata

Pembelajaran Bahasa Jawa saat ini mengalami proses metamorphosis. Termasuk pemilihan dan penguasaan kosa kata (diksi) Bahasa Jawa merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi...

Zaenudin Kembangkan Batik Tiga Negeri Wonopringgo

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Ketika menyebutkan batik tiga negeri, tidak semua orang tahu dan mengenal jenis batik ini. Karena batik ini merupakan salah satu masterpiece...

86 Tanah Wakaf Terdampak Tol Belum Diganti

SEMARANG-Tanah wakaf yang terkena dampak proyek tol Batang-Semarang dan Salatiga-Mantingan, belum sepenuhnya diganti pemerintah. Terhitung ada 86 bidang tanah wakaf berupa masjid, musala, dan...