33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Jumlah Pecandu Narkoba di Jateng Masih Tinggi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Ketakutan akan dijerat tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) menjadi penyebab pecandu enggan melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) di masing-masing kabupaten kota untuk selanjutnya melakukan proses rehabilitasi.

Demikian dikatakan Kepala BNN Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie pada acara persiapan peringatan Hari Anti Narkotika Indonesia (Hani) Rabu (11/7). Kesadaran para pecandu untuk sembuh menurutnya sudah ada, namun menurutnya mereka takut kalau dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Mereka menduga kami BNN ini akan menangkap dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Padahal tidak seperti, justru mereka yang melapor akan kami lindungi dan direhabilitasi hingga mereka bisa sembuh dari ketergantungan narkoba,” katanya pada acara persiapan peringatan Hari Anti Narkotika Indonesia (Hani) di Kantor BNN Kendal, Rabu (11/7).

Diakuinya, di Kendal sepanjang 2017, BNN Kendal menerima 11 pecandu narkoba. Sedangkan hingga semester pertama 2018 tercatat empat pecandu yang secara sukarela dan sadar melapor ke BNN Kendal. “Mereka yang melapor ini karena ingin sembuh dari ketergantungan,” tandasnya.

Dikatakannya untuk membuat para pecandu ini sadar, menurutnya dibutuhkan peran aktif keluarga untuk mendukung dan memotivasi. Sehingga para pecandu merasa mendapatkan kepercayaan untuk berubah dan menjalani hidup baru tanpa narkoba. “Peran keluarga sangat dibutuhkan, proses rehabilitasi ini sangat sulit, tidak semudah seperti yang dibayangkan,” akunya.

Tingkat pecandu narkoba di Kendal sendiri diakuinya masih cukup banyak. Kebanyak pemakai narkoba ini adalah usia anak hingga dewasa. Yakni usia 10-59 tahun. Sedangkan untuk tingkat Jawa Tengah (Jateng), penyalah guna narkoba 1,16 persen dari total jumlah penduduk Jateng.

Dari data Badan Pusat Statistik Jateng 2017 jumlah penduduk di Jateng ada sebanyak 34.257.865 jiwa. Jika dihitung dari jumlah tersebut, maka pecandu narkoba di Jateng ada sebanyak 397.391 jiwa. “Jadi masih sangat tinggi sekali, jadi ada yang sampai over dosis dan meninggal dunia” akunya.

Makanya, BNN Kendal mengajak seluruh elemen di masyarakat Kendal untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal itu bertujuan mewujudkan masyarakat yang sehat tanpa narkoba.

“Jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba, segera laporkan kepada kami. Sebab, informasi dari warga sangat kami butuhkan untuk memerangi narkoba di Kendal,” tandansya.

Upaya untuk membrantas narkoba mulai dilakukan 2016 dengan membentuk kampung antinarkoba. Di 2017 lalu, BNN juga membentuk kader pegiat dan relawan anti penyalahgunaan narkoba. ‘’Jumlah kader pegiat sebanyak 200 orang dan relawan lebih banyak lagi,” jelasnya.

Kasubag TU BNNK Kendal, Wahyu Ratriani, menambahkan puncak peringatan HANI 2018 di Kendal dilaksanakan Kamis (12/7) ini. “Acara berupa resepsi yang dilaksanakan di Pendopo Kendal. “Kami akan memberikan penghargaan kepada pegiat anti narkoba dari unsur pemerintah dan pendidikan,’’ imbuhnya. (bud/bas)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sigit Ibnugroho Tegaskan Dukung Hendi

SEMARANG - Mantan calon Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho melakukan pertemuan dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (24/1). Sayangnya, pertemuan di ruang VIP...

Pabrik Mortar Invasi ke Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Cipta Mortar Utama di bawah bendera Saint Gobain Group melakukan groundbreaking di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang, Jumat (20/4). Kehadiran pabrik...

Desa Kekeringan Digerojok Air Bersih

MUNGKID—Sejumlah desa di Kabupaten Magelang yang dilanda kekeringan, mulai mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dropping air bersih dilakukan di...

Target Miliki Poliklinik NU di Tiap Kecamatan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo Fairus Eko Purnomo mengajak warga Fatayat NU untuk ikut andil membangun Wonosobo. Ajakan itu disampaikan...

Waspadai Berita Hoax

SEMARANG – Masyarakat Jawa Tengah diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan media sosial. Terlebih saat ini banyak berita palsu atau hoax yang sengaja disebarluaskan...

Dampak Pilkada Tak Signifikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemilihan kepala daerah (pilkada) yang bertepatan dengan bulan perayaan keagamaan diperkirakan akan meningkatkan peredaran uang antara 8 – 10 persen. Kepala Kantor...