33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

305 Pengguna SKTM Diverifikasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 305 calon siswa dari 1.443 kuota siswa yang terpenuhi di 5 SMAN di Kota Magelang merupakan pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Hingga kini, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Magelang masih menghimpun data verifikasi terbaru pengguna SKTM.

Ketua MKKS Kota Magelang Sucahyo Wibowo mengatakan, para pengguna SKTM tersebut sedang diverifikasi ulang dan dilaporkan ke Provinsi Jawa Tengah. “Hari ini (kemarin, red), sudah kami laporkan verifikasi yang terbaru. Terkait dengan apakah ada penggunaan SKTM yang tidak sesuai, nanti dari provinsi yang akan menyampaikan,” jelas Sucahyo.

Sucahyo menjelaskan, kuota yang terpenuhi dalam PPDB tahun ini terdiri dari 805 suswa program MIPA, 606 siswa IPS, dan 32 siswa bahasa. Sedangkan untuk pengguna SKTM, menurut Sucahyo, di program MIPA ada 172 calon siswa, program IPS sebanyak 131 calon siswa, dan program bahasa 2 calon siswa.

Rincian pengguna SKTM tersebut, di SMAN 1 Kota Magelang terdapat 45 calon siswa program MIPA dan 16 calon siswa program IPS. SMAN 2 Kota Magelang sebanyak 46 calon siswa MIPA, dan 40 calon siswa IPS. SMAN 3 Kota Magelang sebanyak 32 calon siswa program MIPA dan 32 calon siswa program IPS. SMAN 4 Kota Magelang sebanyak 30 calon siswa program MIPA, 9 calon siswa program IPS, dan 2 calon siswa program bahasa. Sedangkan untuk SMAN 5 Kota Magelang terdapat 19 calon siswa program MIPA, dan 34 calon siswa program IPS.

Sucahyo mengungkapkan, pada data verifkasi per 9 Juli lalu, tercatat 8 calon siswa pengguna SKTM yang didiskualifikasi karena tidak sesuai penggunaan SKTM. “Untuk program MIPA ada 7 calon siswa, dan satu calon siswa di program IPS,” kata Sucahyo.

Imbas dari instruksi Gubernur Jawa Tengah agar memverifikasi ulang para calon siswa yang menggunakan SKTM, menyebabkan pengumuman hasil penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sedianya diumumkan pada Rabu (11/7), ditunda.

“Pengumuman menunggu verifikasi SKTM sekolah-sekolah se-Jateng pukul 15.00 WIB. Setelah jam 15.00 hari ini (kemarin, red), dipastikan jurnal di web PPDB Jateng tidak berubah. Kemungkinan sudah bisa dilihat oleh masyarakat pada pukul 23.59 WIB nanti,” tutur Sucahyo.

Sucahyo memastikan, seluruh sekolah akan mengumumkan atau menempelkan hasil PPDB Kamis (12/7) ini pukul 10.00 WIB. Masyarakat bisa melihat di web PPDB Jateng atau di sekolah masing-masing.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Kota Magelang Joko Tri Haryanto membenarkan adanya pengunduran waktu pengumuman PPDB. Saat disinggung mengenai calon siswa yang terbukti menggunakan SKTM abal-abal, Joko mengungkapkan, pihaknya mendata ada dua sampai tiga calon siswa yang diduga menggunakan SKTM abal-abal. Namun saat diwawancara mendalam, calon siswa tersebut langsung mencabut berkas SKTM dan tidak dilampirkan dalam pendaftaran.

“Sejak awal sudah kami antisipasi saat pendaftaran. Kita wawancarai mendalam, kami hadirkan tulisan yang tegas dan juga kami hadirkan polisi. Akhirnya calon siswa dan orangtuanya mengurungkan niat untuk mendaftar menggunakan SKTM,” tandas Joko. (had/ton)

Berita sebelumyaSehari, FT Gelar 3 Kegiatan
Berita berikutnyaGelar Wisata Dakwah

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemerintah Harus Bisa Kendalikan Harga Kepokmas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 400 orang warga Desa Ujung-Ujung Kecamatan Pabelan menerima bantuan telur dan daging ayam dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi...

800 Butir Pil Double L Diamankan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Polres Demak berhasil menangkap dua pengedar obat obatan daftar G. Yaitu, tersangka Ahmad Bahtiar, 22, warga Kampung Tembiring, RT 7 RW...

Mengusir Stres, Naik Gunung

SRI LESTARI memiliki cara sendiri untuk menghilangkan rasa bosan dan suntuk dalam hidupnya. Ia selalu meluangkan waktu untuk traveling meski hanya sebentar. ”Itu hobi...

UM Magelang Dirikan Program Pendidikan Kemuhammadiyahan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terus menunjukkan kontribusi nyata untuk bangsa. Salah satunya dengan meluncurkan progam short course...

Tertangkap setelah Tertahan Traffic Light

SEMARANG - Dua pelaku perampasan babak belur dihajar warga di Jalan Medoho Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Sabtu (11/3) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku...

Pengendara Motor Tewas Hantam Pembatas

SEMARANG – Seorang pengendara tewas setelah menghantam pembatas jalan di kawasan Jalan Sriwijaya, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Rabu (23/8) dini hari. Pengendara...