33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Pemilu Generasi Milenial

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Tahun 2018 merupakan “pemanasan” menuju puncak tahun politik 2019 yang akan digelar Pileg dan Pilpres serentak untuk pertama kali di Indonesia. Nuansa politik, terutama di media sosial, sangat semarak. Namun, yang cukup menggelisahkan adalah banyak masyarakat akar rumput yang “buta” dengan kontestasi politik, bahkan yang tahu soal kontestan pilkada saja tidak banyak.

Tiga provinsi paling besar di Jawa (Jabar, Jateng dan Jatim) telah menggelar pilgub pada 2018 ini. Banyak pengamat menyebut tiga pilgub di provinsi paling padat di Indonesia ini akan menentukan konstelasi pemilihan presiden tahun 2019.

Berdasarkan hasil pleno penghitugan suara tingkat provinsi baru-baru ini, Pilgub Jawa Tengah dimenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, unggul atas penantangnya Sudirman Said-Ida Fauziyah. Adapun pemenang Pilgub Jatim pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, unggul atas rivalnya Saifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarno. Sementara Pilgub Jabar pemenangnya adalah pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mengalahkan ketiga kompetitornya, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Generasi milenial

Generasi milenial, yaitu mereka yang lahir tahun 1980-2000, tahun ini akan mengalami partisipasi pemilu untuk pertama kali, menjadi pemilih pemula. Mereka adalah “massa politik” yang cukup menentukan. Di Jawa Tengah, jumlah pemilih pemula mencapai 60-70 persen dari sekitar 27 juta warga Jateng.

Pilkada serentak 2018 mencatat 85 orang muda (17 persen) mengikuti kontestasi pilkada. Namun, berbanding terbalik dengan antusiasme generasi milenial sebagai pemilih. Mereka cenderung apatis. Apatisme ini selain karena faktor cenderung labil dalam menentukan pilihan politik mereka (Kompas, 26 Maret 2018), dilandasi dengan alasan geografis.

Generasi milenial merupakan mereka yang sedang dalam usia menempuh pendidikan dan bekerja. Seringkali mereka tinggal boro (merantau) di luar kota dan luar provinsi. Mobilitas (kepulangan) mereka hanya berlangsung pada momen-momen tertentu (libur semesteran kuliah dan hari besar keagamaan).

Pendidikan politik

Pendidikan politik adalah keniscayaan bagi generasi muda yang peduli dengan bangsa dan masyarakat. Selama ini banyak jalan untuk berkiprah di jalur politik. Mahasiswa berlatih sejak di organisasi kemahasiswaan, intra maupun ekstra. Masyarakat membangun karir politik lewat organisasi keagamaan, ormas, organisasi profesi, atau jalan “instan” melalui jalur pengusaha.

Memang banyak cara berjuang di masyarakat, namun berjuang di lahan politik, baik di legislatif, eksekutif, maupun eksekutif, tak bisa dihindari. Karena kebijakan (policy) adalah mekanisme untuk perubahan yang meluas di masyarakat. Tanpa kebijakan (undang-undang, peraturan pemerintah), perubahan berlangsung sporadis dan kemungkinan tanpa arah.

Bagaimana sebetulnya upaya kita untuk mengajak generasi milenial ini terlibat dalam pemilu, entah sebagai partisipan aktif atau sebagai pengawasan? Watak generasi milenial sesungguhnya adalah mereka yang memiliki kepedulian tinggi.

Generasi milenial menggenggam gawai canggih dan memuaskan hasrat narsis. Setiap aktivitas diunggah di media sosial. Potensi gaya generasi milenial dapat dimanfaatkan sebagai pengawas pemilu, misalnya, bisa dimasifkan. Kecurangan dalam APK (alat peraga kampanye) mudah dilaporkan.

Membiarkan generasi milenial apatis dengan politik adalah sama saja membiarkan “kegagalan” politik di Indonesia tetap berlangsung. Harus ada langkah radikal dari perguruan tinggi yang memiliki fakultas ilmu politik, penyelenggara pemilu, dan organisasi kemahasiswaan yang selama ini menyuplai calon-calon politisi.

Generasi milenial akan menjadi generasi tua yang akan mengisi pos-pos penting di birokrasi maupun partai politik di masa mendatang. Kita sangat berharap pada merekalah, politik Indonesia tampil dengan bersih, akuntabel, dan kepedulian pada masyarakat. (*)

Penulis adalah Divisi Pencegahan Panwascam Banyubiru Kabupaten Semarang

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Calon Ketua OSIS Cimed Diingatkan Tak Politik Uang

MAGELANG – Ratusan pelajar SMK Citra Medika (Cimed) Kota Magelang kemarin menghelat pemiliham ketua OSIS (Pilketos) ala pemilihan umum (Pemilu). Sebelum coblosan dimulai, siswa...

Ada 118 Hotel, Persaingan Mulai Tidak Sehat

“Total saat ini jumlah hotel di Semarang 118 hotel. Rinciannya, hotel berbintang ada 54, sedangkan non bintang ada 64. Sangat padat, apalagi rata-rata di...

Manfaatkan Sela Sawah dengan Ikan

WONOSOBO--Babinsa Koramil 08/Sapuran beserta PPL Sapuran melaksanakan pengiriman ikan Nila kepada empat kelompok tani. Yaitu, Rukun Tani, Karya Tani, Bendosari, dan Mangir. Bibit ikan...

Habib Luthfi Ajak Jaga Keutuhan NKRI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ribuan mahasiswa, dosen, pegawai dan warga sekitar kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) memenuhi Gedung Prof Wuryato Auditorium Unnes pada Minggu (18/3)...

Bukan Pembiusan, Tapi Pertengkaran karena Cinta Segi Tiga

JawaPos.com - Selama tiga hari terakhir, pengguna media sosial (medsos) dihebohkan video pertengkaran dua perempuan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara (Jakut). Satu di...

Bentrok Antarsuporter Belasan Luka

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kemenangan Persibat Batang atas Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 2 di laga kedua dicederai bentrok antara pendukungnya sendiri. Dua kubu suporter...