33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Nelayan Keluhkan Limbah Pasir

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Puluhan nelayan Roban, Siklayu dan Celong mengadu Kepada Bupati Batang Wihaji karena merasa dirugikan oleh buangan limbah pasir berkarang hasil pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang mengakibatkan alat tangkap ikan rusak.

Salah satu nelayan, Edi warga Roban mengatakan, bahwa di wilayah perairan mereka melaut terkena efek buangan pasir bercampur karang, yang diduga buangan limbah penggalian bangunan pondasi disekitar pembangkit listrik di Ujungnegero.

Akibatnya, saat melaut mencari ikan, peralatan mereka banyak yang rusak terutama jaring.“Alat kami banyak yang rusak, karena terkena limbah pasir bercampur karang di perarian kami,” ucapnya.

Ketua HNSI Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan, atas kasus ini meminta kepada Pemerintah Batang harus ada langkah-langkah kongkrit agar permasalahan yang menjadi keresahaan nelayan ada solusi. Karena sangat menggangu dan merugikan nelayan setempat.

“Pembuangan limbah drijing pembangunan PLTU tidak  sesuai  dengan peraturan yang ada, yang berakibat limbah lumpur pasir merusak ratusan alat tangkap sehingga sangat meresahkan dan berimplikasi langsung  terhadap nelayan yang mana seharusnya dibuang sejauh 12 mil dari bibir pantai,” ucap Teguh Tarmujo.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pemerintah dapat memfasilitasi apa yang menjadi keluhan nelayan karena sebelum ada buangan limbah nelayan dalam mencari ikan aman-aman saja. Nelayan juga meminta pembuangan limbah harus ada rambu–rambu.”Nelayan sudah menyampaikan aspirasinya dengan baik, saya harap Bupati untuk menegur keras pelaksana pembangunan proyek tersebut,” bebernya.

Paska dilakukan pertemuan secara tertutup, Bupati Batang Wihaji mengatakan pemerintah akan menindakaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga nelayan, kalau memang ditengarai menyalahi aturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) secepatnya akan dipanggil.

“Saya selaku Kepala Daerah besok (hari ini, red) PLTU kita pangggil terkait dengan kejadian ini dan keluhan masyarakat nelayan. Kalau memang nanti tidak sesuai Amdal akan kita tegur.” tegas Wihaji. (han/bas)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong Moratorium Hotel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pertumbuhan hotel di Semarang terbilang cukup pesat. Sayangnya, masih belum diimbangi dengan jumlah pengunjung yang menginap. Pemerintah diharapkan dapat mengadakan moratorium...

Fokus Pembangunan Infrastruktur

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang akan lebih menggencarkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2019. Hal tersebut terungkap saat digelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana...

Ojek Pangkalan dan Ojek Online Bentrok

SEMARANG – Bentrok antara pengemudi ojek pangkalan dengan ojek online kembali terjadi di depan SMK PIKA Jalan Imam Bonjol Semarang atau sebelah timur Stasiun...

Desak Dirjen Pesantren Segera Dibentuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Noor Achmad mendesak Kementerian Agama (Kemenag) untuk membentuk Dirjen Pesantren. Sebab, sesuai Keputusan Rapat Komisi VIII...

NU Haramkan Monopoli Frekuensi Publik

SEMARANG - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengharamkan kepemilikan lebih terhadap frekuensi publik. Pasalnya, monopoli frekuensi publik kerap disalahgunakan...

60 Persen Truk Angkutan Melanggar Tonase

BATANG–Sebanyak 60 persen dari sekitar 1.000 angkutan barang yang melintas setiap hari di Jembatan Timbang Subah, terbukti melanggar batas tonase. Meski satu muatan sumbu...