33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Eks Kepala BPN Minta Aset Dikembalikan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Sejak awal tidak ada niat untuk korupsi, semua karena kepatuhan terhadap pimpinan.

Priyono, melalui kuasa hukumnya, Hono Sejati.

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dituntut pidana 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejati Jateng, mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang, Priyono, meminta majelis hakim menetapkan pengembalian harta, sejumlah aset bergerak dan tak bergerak miliknya, atas kasus dugaan korupsi terkait hadiah uang pengurusan hak atas tanah mencapai Rp 8,6 miliar dari pihak ketiga, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam kasus itu, Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pembatalan Wilayah I BPN Pusat nonaktif tersebut juga dibebankan JPU, untuk membayar denda Rp 300 juta subsidair satu tahun kurungan. Atas tuntutan itu, ia meminta majelis hakim mengembalikan sejumlah aset yang disita, karena sesuai fakta tidak ada keterkaitannya dan berhubungan dengan peroleh dari korupsi.

Adapun aset, harta benda yang disita JPU gabungan, diantaranya satu rumah di Jogjakarta, satu di Sleman, dan dua di Sukoharjo. Serta satu mobil Jazz bernopol H 8752 A, satu mobil CRV bernomopol H 7474 AA, emas seberat 35 gram dirampas untuk negara.

“Kami juga meminta agar status blokir di rekening Mandiri dan BCA dibuka,” kata Priyono, melalui kuasa hukumnya, Hono Sejati, Selasa (10/7).

Namun demikian, kliennya, mengaku bersalah atas perbuatannnya dan siap menanggung hukuman. Priyono menyatakan, apa yang dilakukannya karena semata-mata bentuk kepatuhan pada pimpinan. Ia juga mengaku sudah 27 tahun mengabdi di BPN.

“Sejak awal tidak ada niat untuk korupsi, semua karena kepatuhan terhadap pimpinan,” ujarnya.

Dalam kasus itu, JPU gabungan yang diwakili, Musriyono dan Fatoni Hatam menyebutkan, uang tersebut diterima melalui beberapa rekening diantaranya Rp 1,2 miliar langsung ke rekening terdakwa sendiri, rekening Sinny Rp 1,2 miliar, rekening Agung Wibowo Rp 1,6 miliar, rekening Sri Muryani Rp 560 juta, rekening Kamaludin Rp 2,6 miliar, kemudian melalui rekening Arif Sabtara Triwibawa Rp 1,3 miliar.

Disebutkan jaksa, kejadian tersebut bermula saat terdakwa Priyono dalam jabatannya selaku Kasi Hak atas Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) pada kantor BPN Semarang dari 2006-2009, kemudian Kasi HTPT BPN Sukoharjo 2009-2011, Kepala Kantor BPN Kota Pekalongan 2011-2012, berlanjut sebagai Kepala BPN Semarang 2012-2014, terdakwa bertindak sebagai perantara untuk mendapatkan keuntungan baik langsung atau tidak langsung dalam rangka kepengurusan hak atas tanah. (jks/zal)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...